• Document: BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
  • Size: 456.56 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 05:49:16
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dimana metode tersebut biasa dipakai untuk menghasilkan sebuah produk inovasi yang belum ada ataupun yang ingin dikembangkan seperti penelitian kali ini yang berjudul prototipe BCR berbasis Arduino Mega 2560 sebagai controling dan monitoring PLTS. Beberapa hal yang diperhatikan dalam metode tersebut adalah cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan dari BCR. 3.2 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan untuk pembuatan alat BCR berbasis Arduino Mega ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 36 http://digilib.mercubuana.ac.id/z Mulai Perakitan rangkaian utama : Mikon,sensor, regulator,lcd Tidak Rangkaian Perbaiki Berfungsi baik rangkaian Ya Pembuatan alat Pemrograman arduino Evaluasi dan uji coba program Pengujian alat Tidak Berjalan sesuai rancangan Selesai Gambar 3.1 Alur Penelitian 37 http://digilib.mercubuana.ac.id/z 3.3 Rancangan Penelitian Perancangan penelitian merupakan suatu tahapan yang harus dilakukan dalam sebuah penelitian sesuai kaidah keilmiahan. Hal ini dilakukan agar penelitian berjalan dengan baik, arah penelitian, tujuan penelitian serta keefektifannya harus dilakukan dengan benar. Adapun hal yang direncanakan dalam pembuatan prototipe BCR berbasis Arduino Mega 2560 adalah: 3.3.1 Menentukan Beban PLTS Sebuah PLTS umumnya bekerja pada tegangan DC 12-14 volt, komponen pengubah tegangan DC menjadi AC digunakan pada PLTS yang menggunakan beban AC.Namun beberapa waktu ini perkembangan teknologi DC sudah cukup tepat, salah satunya lampu LED yang bekerja pada tegangan DC memiliki lifetime yang lebih panjang dan hemat energi. Perkembangan teknologi DC tersebut membuat beberapa PLTS tidak meginverterkan tegangannya. 3.3.2 Menentukan Jenis dan Kapasitas Panel Surya Modul panel surya yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Mono Crystaline Cell dari golongan Crystalin Silicon Cell dengan kemampuan menghasilkan daya 20 Wp, jenis tersebut selain dihitung cukup untuk menjalankan sistem dan juga melihat ketersediaannya. 38 http://digilib.mercubuana.ac.id/z Gambar 3.2 Modul Panel Surya 20 Wp 3.3.3 Menentukan Kapasitas Baterai Menentukan kapasitas baterai pada PLTS haruslah menggunakan perhitungan perkiraan kebutuhan daya beban.Hal tersebut menyangkut penjumlahan besar daya yang digunakan, jumlah beban dan lama waktu. Baiknya sebuah baterai pada PLTS mampu melayani beban selama 2x24 jam tanpa penyinaran matahari untuk menyiapkan keadaan buruk apabila tidak dapat penyinaran selama 2 hari. Namun pengujian kali ini baterai yang digunakan Accumulator 12 volt dengan kapasitas lebih kecil. Mengingat harga baterai dengan kapasitas besar yang harganya mahal . Dengan menggunakan baterai tersebut simulasi diperkirakan tetap dapat berjalan dengan baik dan identik dengan kondisi aslinya. 3.3.4 Rancang Bangun Alat BCR Berbasis Arduino Mega 2560 Rancang bangun ini menggunakan bahan akrilik dengan tebal 5 mm sebagai box untuk meletakan komponen-komponen. Ukuran box yang di rancang 200 mm x 200mm x 100 mm. 39 http://digilib.mercubuana.ac.id/z 3.3.5 Rancangan Perangkat Keras 3.3.5.1 DC to DC Converter Buck DC to DC Converter merupakan perangkat elektronik yang dipakai untuk menaikan (Boost) ataupun menurunkan (Buck) tegangan DC. Pada alat BCR ini DC to DC Converter Buck dipakai untuk menurunkan tegangan panel surya yang relative tidak stabil berkisar antara 19-21 volt menjadi 14 volt konstan (Tegangan Sistem). Prinsip kerja DC to DC adalah dengan metode switching yang mengkonversi satu tingkat tegangan DC ke yang lain, dengan menyimpan energi input sementara dan kemudian melepaskan energi ke output pada tegangan yang berbeda. Penyimpanan energi tersebut bisa berada dalam komponen penyimpanan medan magnet ( induktor, transformator ) atau komponen penyimpanan medan listrik ( kapasitor ). Metode konversi daya yang lebih efisien ( sekitar 98% ). Dalam rangkaian kontrol tersebut terdapat sebuah resistor variable yang dapat disetting untuk mendapatkan nilai tegangan yang diinginkan, tentunya nominal tegangan harus sama dengan atau dibawah tegangan input. Gambar 3.3 DC to DC Converter 40 http://digilib.mercubuana.ac.id/z Gambar 3.4 Skema

Recently converted files (publicly available):