• Document: PEMERIKSAAN FESES PADA MANUSIA
  • Size: 205.52 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 00:38:14
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PEMERIKSAAN FESES PADA MANUSIA Disusun Oleh: Mochamad Iqbal G1B011045 Kelompok : VII (Tujuh) LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT PURWOKERTO 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu tentang parasit telah lama menunjukan peran pentingnya dalam bidang kedokteran hewan dan manusia namun masih banyak penyakit baik pada hewan dan manusia yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan terjadinya urbanisasi yang tidak diimbangi sarana dan prasarana, telah menambah banyaknya dearah kumuh di perkotaan. Makin berkurangnya air bersih, pencemaran air dan tanah menciptakan kondisi lingkungan fisik yang memungkinkan perkembangan vektor dan sumber infeksi termasuk oleh penyakit parasitik. Identifikasi parasit yang tepat yaitu dengan cara membedakan sifat berbagai spesies parasit, kista, telur, larva dan juga pengetahuan tentang berbagai bentuk pseudoparasit dan artefak yang mungkin dikira suatu parasit. Teknik pemeriksaan secara laboratoris beberapa penyakit parasit yang lazim digunakan dalam praktikum yakni pemeriksaan kualitatif dan pemeriksaan kuantitatif. Pemeriksaan yang digunakan pada praktikum ini adalah dengan menggunakan metode apung (pemeriksaan kualitatif). Kelompok cacing parasit mempunyai distribusi geografis paling luas dan memiliki prevalensi paling tinggi dibandingkan dengan cacing lain. Distribusinya terutama tergantung beberapa faktor yaitu kebiasaan penduduk pada saat membuang feses, gaya hidup dan sanitasi lingkungan yang kurang diperhatikan. Dalam diagnosis infeksi cacing usus secara parasitologis, bahan yang diperiksa adalah tinja penderita. Kepekaan suatu metoda diagnosis sangat penting tidak hanya untuk menentukan ada tidaknya infeksi, namun juga untuk menguji keberhasilan penggunaan obat cacing yang dipakai dalam pengobatan. B. Tujuan 1. Mengetahui pemeriksaan feses kualitatif dengan metode apung 2. Mengetahui adanya telur parasit dalam sampel feses 3. Mendiagnosa infeksi cacing parasit dalam tubuh hospes BAB II MATERI DAN METODE A. Materi Peralatan yang digunakan adalah tabung reaksi, penyaring teh, lidi, gelas obyek dan gelas penutup. Sedangkan bahan yang digunakan ialah NaCl jenuh, feses anak-anak. B. Metode 1. Diambil ± 1 g tinja dan dicampur dengan 20 ml larutan NaCl jenuh kemudian diaduk sehingga larut. Bila terdapat serat-serat selulosa disaring terlebih dahulu dengan penyaring teh. 2. Tuangkan kedalam tabung reaksi sampai penuh, yaitu rata dengan permukaan tabung. Diamkan selama 5-10 menit. Letakan/tutupkan gelas obyek dan segera angkat. Selanjutnya letakan di atas gelas preparat dengan cairan berada diantara gelas preparat dan gelas penutup. Kemudian diperiksa dibawah mikroskop. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan dengan metode apung, diketahui bahwa sampel feses dari: Nama : Nikmah Tri Rahmawati Umur : 9 tahun Alamat : Desa Ciberem, Rt 08/Rw 01, Kecamatan Sumbang tidak ditemukan adanya telur parasit atau dapat dinyatakan negatif terinfeksi parasit. B. Pembahasan Pemeriksaan parasit dengan sampel feses pada manusia atau hospes dapat dilakukan dengan pemeriksaan kualitatif dan kuantitatif. Pemeriksaan feces secara kualitatif, yaitu pemeriksaan yang didasarkan pada ditemukkan telur pada masing-masing metode pemeriksaan tanpa dihitung jumlahnya. Metode pemeriksaan yang termasuk dalam pemeriksaan kualitatif adalah pemeriksaan secara natif (direct slide), pemeriksaan Metode Apung (floating methode), Metode Selotip, Metode Konsentrasi, Metode Sediaan Tebal, dan Metode Sedimentasi Formol Ether. Pemeriksaan feces secara kuantitatif yaitu pemeriksaan feces yang didasarkan pada penemuan telur pada tiap gram feces. Metode pemeriksaan yang termasuk pemeriksaan kuantitatif adalah Metode Kato Katz, Metode Stoll. Pada praktikum kali ini metode pemeriksaan yang digunakan adalah pemeeiksaan dengan metode apung. Pada metode ini menggunakan larutan NaCl jenuh atau larutan gula jenuh dan terutama dipakai untuk pemeriksaan feses yang mengandung sedikit telur. Cara kerjanya didasarkan atas berat jenis telur yang lebih ringan dari pada berat jenis larutan yang digunakan, sehingga telur-telur terapung di permukaan dan juga untuk memisahkan partikel- partikel yang besar yang terdapat dalam tinja. Pemeriksaan ini hanya berhasil untuk telur-telur Nematoda, Schistosoma, Dibothriocephalus, t

Recently converted files (publicly available):