• Document: ANALISIS CERITA RAKYAT EHIME OOKUGATA NI BAKETA FURUGITSUNE: STUDI KRITIS TERHADAP TEORI FUNGSI PELAKU CERITA RAKYAT VLADIMIR PROPP
  • Size: 304.23 KB
  • Uploaded: 2019-04-17 02:04:35
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS CERITA RAKYAT EHIME OOKUGATA NI BAKETA FURUGITSUNE: STUDI KRITIS TERHADAP TEORI FUNGSI PELAKU CERITA RAKYAT VLADIMIR PROPP Oleh : Claudia Gretta Firstiasa Abstract Folktales or folklores are always represent the culture of its civilization who created it. It means one folktale, even has similiraties with another folktales, will always brings uniqueness that can not be found in another folktales from another regions, and that uniqueness can not be generalized. In this research, the 31 functions of dramatis personae by Vladimir Propp which based on a research of 100 Russian’s folktales will be applied to a folktale from Ehime, Japan, Ookugata ni Baketa Furugitsune, in order to prove Propp’s statement that his functions of dramatis personae can be applied to all folktales around the world in general. The results show that Propp’s theory can be applied, but there are also deviations and addition. Those deviations and addition are influenced by Japan’s culture which is very different from Russian’s. It also shows the uniqueness of Japan’a culture. Keywords: folktale, function, culture, morphology, Propp. Pendahuluan Latar belakang atau alat bantu pengingat (mnemonic device).” (Danandjaja, 1991: 2) Menurut J.J. Hoenigman (via Berdasarkan pendapat J.J. Hoenigman Koentjaraningrat, 1986), cerita rakyat mengenai cerita rakyat, penulis berpendapat termasuk ke dalam salah satu kebudayaan bahwa cerita rakyat yang berkembang di nonmaterial yang berupa ciptaan-ciptaan masing-masing daerah mengusung abstrak yang diwariskan dari generasi ke kebudayaan masyarakat penciptanya dan generasi. Selain itu, cerita rakyat dapat juga merupakan cerminan budaya masyarakat digolongkan ke dalam folklor berdasarkan tersebut. Tidak hanya itu, cerita rakyat juga pengertian berikut. mengandung nilai-nilai budaya yang “Folklor adalah sebagian kebudayaan mencerminkan jalan pikiran kelompok yang bersifat kolektif, yang tersebar dan masyarakat tempat cerita tersebut diwariskan diwariskan turun-temurun, di antara kolektif secara turun-temurun. macam apa saja, secara tradisional dalam Pada tahun 1928, seorang kritikus sastra versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan yang berasal dari Rusia, Vladimir Propp, maupun contoh yang disertai gerak isyarat menngemukakan sebuah teori tentang adanya morfologi cerita rakyat dalam bisa jadi berbeda, karena kebudayaan tiap bukunya yang berjudul Morphology of daerah adalah suatu hal spesifik yang tidak Folktales. bisa disamaratakan sebagai suatu hal yang Dalam buku tersebut, Propp menjelaskan umum. Oleh karena itu, pada penelitian ini mengenai morfologi cerita rakyat, yaitu 31 penulis hendak menerapkan ke-31 fungsi fungsi pelaku yang menyusun jalannya tersebut pada salah satu cerita rakyat yang sebuah cerita rakyat. Ke-31 fungsi tersebut ia berasal dari Ehime, Jepang, yaitu Ookugata dapatkan setelah meneliti 100 cerita rakyat ni Baketa Furugitsune, untuk mengetahui Rusia. Ia juga beranggapan bahwa ke-31 apakah teori Propp bisa diterapkan pada fungsi tersebut bisa berlaku untuk cerita cerita rakyat Jepang atau tidak. rakyat secara umum, tidak hanya cerita Rumusan masalah rakyat Rusia saja, dengan catatan tanpa memasuki detail fungsinya lebih dulu. Cerita rakyat dilatarbelakangi oleh Penulis sendiri kurang setuju dengan kebudayaan dan pola pikir masyarakat anggapan Propp yang menyatakan bahwa ke- setempat, oleh karena itu, tidak mungkin ada 31 fungsi tersebut bisa berlaku untuk cerita keseragaman fungsi antara cerita rakyat di rakyat secara umum. Seperti yang sudah suatu daerah dengan daerah yang lain, maka dijelaskan sebelumnya, cerita rakyat adalah penelitian ini bertujuan untuk mencari karya sastra yang unik karena di dalamnya deviasi fungsi pelaku cerita rak

Recently converted files (publicly available):