• Document: HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RSUD SALEWANGAN MAROS
  • Size: 292.12 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:37:45
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RSUD SALEWANGAN MAROS Working Motivation Relationship with Nurse Performance in Hospitalization Unit RSUD Salewangan Maros Hasniah, Nurhayani, Muh. Yusran Amir 1 Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM Unhas (hasniah_nn@yahoo.com, nurhayaniakk@yahoo.com, amir.yusran@gmail.com /085342328288 ) ABSTRAK Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan insentif, kondisi kerja, supervisi, dan hubungan interpersonal dengan kinerja perawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Salewangan Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study. Populasi adalah seluruh perawat di RSUD Salewangan Maros. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat yang berstatus pegawai negri sipil/PNS. Penarikan sampel menggunakan metode total sampling dengan besar sampel 45 orang. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan kinerja perawat adalah insentif (p=0,005), kondisi kerja (p=0,002), supervisi (p=0,001), dan hubungan interpersonal (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang bermakna antara insentif, kondisi kerja, supervisi, dan hubungan interpersonal dengan kinerja perawat di RSUD Salewangan Maros tahun 2013. Penelitian ini menyarankan kepada pihak rumah sakit agar menyediakan alokasi dana khusus untuk perawat dan memperhatikan kondisi kerja perawat agar perawat merasa nyaman dalam mengerjakan tugasnya. Kata Kunci : Kinerja, insentif, supervisi, perawat ABSTRACT Nurses as one health worker has a very important role in the health care process in direct contact with patients. The study aims to determine the relationship of incentives, working conditions, supervision, and interpersonal relationships with nurses in hospital performance. Salewangan Maros. This type of research is a quantitative study using a cross sectional study. The population was all nurses in the hospital Salewangan Maros. The sample was all nurses with the status of civil servants. used total sampling method with a large sample of 45 people. Data analysis was performed with univariate and bivariate chi square test. The result showed that the variables associated with the performance of nurses were incentive (p=0,005), working conditions (p=0,002), supervision (p=0,001), interpersonal relations (p=0,000). Conclusion of this study that there were a significant relationship between incentives, working conditions, supervision, and interpersonal relationships with nurses performance in hospital Salewangan Maros in 2013. This research suggested to the hospital to provide special fund for nurse and care for nurse’s working conditions so that nurses feel comfort while do their job. Keywords: Incentive, Performance, Supervision, Nurse 1 PENDAHULUAN Arus reformasi dan globalisasi yang terjadi sekarang ini, telah banyak memberikan perubahan pada bidang pelayanan kesehatan, tidak terkecuali pada institusi rumah sakit. Saat ini rumah sakit telah mengalami pergeseran tujuan dimana pada awalnya rumah sakit didirikan dengan tujuan sosial tetapi seiring dengan berjalannya waktu, tujuan rumah sakit tidak hanya pelayanan sosial tetapi juga mengarah pada tujuan ekonomi bahkan komersial. Hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Informasi Kesehatan (PIK) mengenai kualitas pelayanan kesehatan pada tahun 2000, diperoleh informasi dari 87000 masyarakat yang diwawancarai pada tiga daerah yang dipilih secara acak yaitu, Jakarta, Makassar dan Pulau Bali terdapat 67% pasien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan, sementara hanya 23% yang menyatakan puas. Pelayanan kesehatan dirasakan paling rendah kualitasnya menurut survei tersebut adalah bidan dan tenaga perawat. Tenaga kesehatan merasa tingkat kebutuhan individu dan secara kelompok kurang mendapat perhatian dari pemerintah.1 Hezberg terdapat dua kelompok faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu faktor-faktor penyebab kepuasan kerja (Job satisfer) dan faktor-faktor penyebab ketidakpuasan kerja (Job dissatisfier), satisfier disebut dengan istilah motivator dan dissatisfier di sebut dengan istilah hygiene. Faktor-faktor yang termasuk dalam serangkaian kondisi ekstrinsik yaitu gaji, kondisi kerja, supervisi, hubungan inter personal, prosedur kerja, sedangkan faktor-faktor yang termasuk serangkaian kondisi intrinsik berupa prestasi, pengakuan, pertumbuhan diri, tanggung jawab, dan pekerjaan yang bersangkutan.2 Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan

Recently converted files (publicly available):