• Document: KEANEKARAGAMAN POLEN DARI BEBERAPA SPESIES STINGLESS BEE PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KARET ROSI FITRI RAMADANI
  • Size: 15.43 MB
  • Uploaded: 2019-05-18 03:47:07
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KEANEKARAGAMAN POLEN DARI BEBERAPA SPESIES STINGLESS BEE PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KARET ROSI FITRI RAMADANI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2016 i ii PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul Keanekaragaman Polen dari Beberapa Spesies Stingless Bee pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, November 2016 Rosi Fitri Ramadani NIM G352130271 iii RINGKASAN ROSI FITRI RAMADANI. Keanekaragaman Polen dari Beberapa Spesies Stingless Bee pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet. Dibimbing oleh RIKA RAFFIUDIN dan NUNIK SRI ARIYANTI. Perkebunan kelapa sawit dan karet merupakan perkebunan monokultur yang paling banyak ditemukan dan paling potensial di Indonesia. Akan tetapi, kedua perkebunan ini mengakibatkan semakin berkurangnya keanekaragaman vegetasi, terjadinya perubahan faktor biotik dan abiotik lingkungan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keanekaragaman serangga polinator lebih tinggi di perkebunan kelapa sawit dari pada perkebunan karet. Penelitian ini bertujuan menganalisis: 1. perilaku mencari polen stingless bee pada perkebunan kelapa sawit dan karet, 2. korelasi antara perilaku mencari polen dengan faktor lingkungan, dan 3. keanekaragaman polen dari tungkai stingless bee pada perkebunan kelapa sawit dan karet. Eksplorasi sarang stingless bee dilakukan di sekitar Hutan Harapan. Sarang dan semua anggota koloni dimasukkan ke dalam kotak pengamatan dan masing-masing dua koloni diletakkan pada dua lokasi pengamatan yaitu perkebunan kelapa sawit dan karet. Lebah diadaptasi selama ±8 hari. Pengamatan perilaku mencari polen lebah dilakukan dengan menghitung jumlah individu yang kembali ke sarang tanpa membawa polen dan individu yang membawa polen. Penghitungan dilakukan selama 10 menit dengan interval waktu 10 menit, selama 10 hari untuk masing-masing lokasi pengamatan. Selama pengamatan perilaku mencari polen dilakukan juga pengukuran faktor lingkungan yaitu suhu, kelembapan dan intensitas cahaya. Suhu dan kelembapan diukur dengan menggunakan thermo-hygrometer dan intensitas cahaya dengan menggunakan lux meter. Pengambilan sampel polen dari tungkai lebah dilakukan pada hari ke 8, 9 dan 10 pengamatan perilaku mencari polen. Lebah yang membawa polen ditangkap dengan menggunakan insect net pada jam 8.00-11.00 WIB untuk lokasi perkebunan kelapa sawit serta pukul 14.00-15.00 WIB pada perkebunan karet. Polen yang dibawa pada tungkai lebah diambil dengan menggunakan pinset dan disimpan pada tabung 1.5 mL. Sampel polen dipreparasi dengan metode acetolysis dan diamati menggunakan mikroskop. Polen dari bunga yang sedang mekar di sekitar lokasi pengamatan juga dikoleksi bersamaan dengan koleksi herbarium sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi polen dari tungkai lebah. Setelah dilakukan identifikasi stingless bee, dapat diketahui bahwa spesies yang diamati pada perkebunan kelapa sawit adalah Lepidotrigona terminata dan Sundatrigona moorei sedangkan spesies yang diamati pada perkebunan karet adalah L. terminata dan Tetragonula drescheri. Berdasaran hasil penelitian disimpulkan bahwa kedua koloni yang diamati pada perkebunan kelapa sawit memperlihatkan aktivitas mencari polen tinggi pada pagi sampai siang hari (08.00-12.00 WIB). Pada perkebunan karet perilaku mencari polen L. terminata tinggi pada siang hari (14.00 WIB), dan hanya sedikit individu T. drescheri yang kembali ke sarang membawa polen. Analisis korelasi menunjukkan bahwa perilaku mencari polen L. terminata dan T. drescheri berkorelasi positif dengan suhu dan intensitas cahaya tetapi berkorelasi negatif dengan kelembapan. Sedangkan perilaku mencari polen S. moorei berkorelasi positif dengan semua iv faktor lingkungan. Hasil identifikasi polen menunjukkan bahwa lebah yang diamati pada perkebunan kelapa sawit yaitu L. terminata mengoleksi polen dari tiga genus dalam tiga famili yaitu Anacardiaceae, Asteraceae dan Verbenaceae. Sundatrigona moorei mengoleksi polen dari sembilan genus dalam delapan famili yaitu Anacardiaceae, Apocynaceae, Arecaceae, Asteraceae, Capparaceae, Euphorbiaceae, Melastomataceae dan Solanaceae. Sedangkan lebah yang diamati pada per

Recently converted files (publicly available):