• Document: PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT YONGKEE ISTIMEWA SOUP SEAFOOD (RESTORAN) BATAM TUGAS AKHIR
  • Size: 373.54 KB
  • Uploaded: 2019-01-11 21:47:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT YONGKEE ISTIMEWA SOUP SEAFOOD (RESTORAN) BATAM TUGAS AKHIR Dianjurkan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Diploma III Oleh : POMI HARDIANTO NIM. 11002774 PROGRAM STUDI AKUNTANSI AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM 2016 1 2 ABSTRAK PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.YONGKEE ISTIMEWA SOUP SEAFOOD BATAM Pomi Hardianto 11002774 Dosen Pembimbing: Letanli Ayu Susantri,S.Pd.,M.Pd.E Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan motivsi kerja terhadap kinerja karyawan. penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah sampel dari populasi karyawan bagian produksi pada PT Yongkee istimewa soup seafood Batam, yang berjumlah 60 orang dengan total sampilng. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan diuji validitas serta reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F,uji t serta uji R2. Hasil analisis regresi memperoleh persamaan: Y = -1,842 + 0.474X1 + 0.627X2 yang artinya kinerja karyawan dipengaruhi oleh pelatihan dan motivasi kerja. Hasil analisis regresi juga memperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.799, ini berarti 79,9% variabel kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel pelatihan dan motivasi. Sisanya sebesar 20,1% dijelaskan oleh variabel lain, misalnya lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, kepuasan, kompensasi dan lain-lain. Kesimpulannya adalah: 1) pelatihan dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini terbukti dari hasil uji F yang memperoleh taraf signifikan 0,000<0,05. 2) pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang memperoleh taraf signifikan 0,000<0,05. 3) motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang memperoleh taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Kata kunci: pelatihan, Motivasi Kerja, dan Kinerja Karyawan 3 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak tahun 2003, AFTA (Asean Free Trade Area) telah diberlakukan secara bertahap di lingkup negara-negara ASEAN, dan perdagangan bebas akan berlangsung sepenuhnya mulai tahun 2008, selanjutnya mulai tahun 2010 perdagangan bebas di seluruh wilayah Asia Pasifik akan dilaksanakan. Tantangan bagi setiap perusahaan adalah menyiapkan diri menghadapi globalisasi perekonomian untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal sekaligus mengurangi kerugian dari persaingan global melalui pengelolaan sumber daya yang efisien dan efektif. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh sejauh mana sistem di bidang sumber daya manusia ini sanggup menunjang dan memuaskan keinginan karyawan maupun perusahaan. Peningkatan pengetahuan, skill, perubahan sikap, perilaku, koreksi terhadap kekurangan-kekurangan kinerja dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas melalui pelatihan dan motivasi dari pimpinan atau perusahaan. Veithzal (2009:548) menyatakan kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Kinerja merupakan hasil kerja dari pegawai yang ditimbulkan dari motivasi dan tingkat pendidikan yang memadai dalam upaya perusahaan (kantor) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mangkunegara (2000) menyatakan pengertian kinerja adalah outcome yang dihasilkan secara 4 kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pelatihan akan memberikan kesempatan bagi karyawan mengembangkan keahlian dan kemampuan baru dalam bekerja agar apa yang diketahui dan dikuasai saat ini maupun untuk masa mendatang dapat membantu karyawan untuk mengerti apa yang seharusnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan, memberikan kesempatan untuk menambah pengetahuan, keahlian sedangkan dengan motivasi akan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyalurkan ego individu dan memperkuat komitmen karyawan pada perusahaan. Menurut Hasbullah (2009:1) menyatakan bahwa “Pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai nilai-nilai kebudayaan dan masyarakat.” Lebih lanjut Hasbullah (2009:1) menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelo

Recently converted files (publicly available):