• Document: Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Dan Tingkat Pengembalian Ekuitas Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia
  • Size: 340.88 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 14:56:52
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 1-13 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806 Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah Dan Tingkat Pengembalian Ekuitas Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Moh. Iskandar Nur, M. Nasir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: +622476486851 ABSTRACT This research aims to determine the impact of profitability levels, financing levels, and efficiency levels to return on mudharabah deposit and return on equity. The proxy of profitability levels is return on asset, the proxy of financing levels is financing to deposit ratio, and the proxy of efficiency levels is operating expenses to operating income. While the dependent variable used in this research is return on mudharabah deposit and return on equity. This study used secondary data with entire population of Islamic banks listed in the Indonesia Bank (BI) in 2011-2013. The method used to determine the sample using purposive sampling. The analytical method used is multiple linear regression, regression testing prior to first tested the classical assumptions. The result of this research showed that return on asset (ROA) positive significant with return on mudharabah deposit (ROMD). Other result noted that operating expenses to operating income (BOPO) is negatively significant with return on mudharabah deposit (ROMD), while financing to deposit ratio (FDR) are did not significant with return on mudharabah deposit (ROMD). And the result of this research also showed that return on asset (ROA) affect return on equity (ROE), Operating expenses to operating income (BOPO) is negatively significant with return on equity, While financing to deposit ratio (FDR) are did not significant with return on equity (ROE). Overall it can be concluded from these results that return on asset (ROA), financing to deposit ratio (FDR), and operating expenses to operating income (BOPO) affect return on mudharabah deposito and return on equity. Keywords : return on asset, financing to deposit ratio, operating expenses to operating income, return on mudharabah deposit, return on equity. PENDAHULUAN Perbankan syariah mengalami perkembangan yang pesat sejak UU No.10 Tahun 1998 disetujui. Undang-undang tersebut mengatur secara rinci mengenai landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau bahkan mengonversi diri secara total menjadi bank syariah. Pemberlakuan undang-undang ini memicu lahirnya bank-bank syariah baru, baik dengan status bank umum maupun unit usaha syariah. Masyarakat menilai bahwa sistem perbankan dan keuangan Islam merupakan sebuah alternatif yang kredibel. Hal ini didasarkan pada kemampuan dan ketahanan sistem tersebut dalam menghadapi krisis global (Juwariyah, 2008). DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014, Halaman 2 Penerapan prinsip-prinsip syariah pada bank syariah mengakibatkan adanya perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah, yaitu larangan bunga dalam bank syariah sebagaimana sistem bunga yang dianut oleh bank konvensional, sehingga dalam menjalankan kegiatan operasinya, bank syariah menganut sistem bagi hasil. Pendirian perbankan syariah di Indonesia semakin pesat. Persaingan antar perbankan dalam meningkatkan kualitas pelayanan untuk menarik nasabahnya juga semakin tinggi. Beragam jasa pelayanan yang diberikan oleh bank juga mengalami perkembangan. Berbagai penelitian menemukan bukti bahwa perilaku nasabah dalam memilih bank syariah didorong oleh faktor memperoleh keuntungan atau dengan cara melihat tingkat bagi hasil (Anshari, 2008). Husnelly (2003) dan Mangkuto (2004) dalam Isna dan Sunaryo (2012) juga menegaskan faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat menginvestasikan dananya di bank syariah adalah faktor return. Dengan demikian menjadi cukup penting bagi bank syariah untuk tetap menjaga kualitas tingkat bagi hasil yang diberikan kepada nasabahnya. Dengan diterbitkannya PSAK 105 yang mengatur akuntansi pembiayaan mudharabah yang diberlakukan sejak Januari 2008, maka seharusnya dijadikan acuan dalam praktek akuntansi bagi lembaga keuangan Islam baik bank maupun non bank di Indonesia, sehingga bank syariah sebagai lembaga keuangan yang berbasis syariah dalam menyusun laporan keuangan harus mengacu pada ketentuan akuntansi syariah (Basuki, 2010). Karena akuntansi syariah tidak sekedar memberikan informasi untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk menghindari terjadinya praktek kecurangan seperti earning management, income smoothing, window dressing, lapping, dan teknik- teknik lainnya yang biasa digunakan oleh manejemen perusahaan konvensional

Recently converted files (publicly available):