• Document: Peraturan Zonasi Peraturan Zonasi
  • Size: 4.55 MB
  • Uploaded: 2019-03-14 03:18:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Peraturan Zonasi 8.1. Peraturan Zonasi Peraturan Zonasi pada dasarnya merupakan aturan yang disusun guna mengendalikan kegiatan dan bentuk bangunan di wilayah perencanaan. Sebagai instrumen pengendalian, peraturan zonasi harus memiliki ketegasan dan ketepatan dalam penetapan teks zonasi atau zoning text-nya. 8.1.1. Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Daftar kegiatan adalah daftar seluruh kegiatan yang sudah terjadi dan prospektif untuk terjadi di masa depan. Dengan demikian, isi daftar kegiatan meliputi kegiatan yang sudah ada dan kegiatan yang potensial untuk ada di wilayah perencanaan. Terkait penggunaan lahan. Daftar kegiatan ini akan disilangkan dengan klasifikasi zonasi, untuk menemukan kegiatan manakah yang boleh dilakukan dan kegiatan mana yang tidak boleh dilakukan di kawasan/zona tertentu. Boleh tidaknya pemanfaatan ruang untuk sebuah hirarki peruntukan tanah ditunjukkan dengan 4 indikator, seperti yang ditunjukkan pada Tabel berikut ini: Tabel 8.1 Deskripsi Indikator Pemanfaatan Ruang Simbol Deskripsi Pemanfaatan diizinkan, karena sifatnya sesuai dengan peruntukan tanah yang I direncanakan. Hal ini berarti tidak akan ada peninjauan atau pembahasan atau tindakan lain dari Pemerintah Kabupaten Bantul terhadap pemanfaatan tersebut. Pemanfaatan diizinkan secara terbatas. Pembatasan dilakukan melalui penentuan T standar pembangunan minimum, pembatasan pengoperasian, atau peraturan tambahan lainnya yang berlaku di wilayah Kabupaten Bantul. Pemanfaatan memerlukan izin penggunaan bersyarat. Izin ini sehubungan dengan B usaha menanggulangi dampak pembangunan di sekitarnya (menginternalisasi dampak); dapat berupa AMDAL, RKL dan RPL. Pemanfaatan yang tidak diizinkan. Karena sifatnya tidak sesuai dengan peruntukan X lahan yang direncanakan dan dapat menimbulkan dampak yang cukup besar bagi lingkungan di sekitarnya. Sumber : Hasil Analsis Studio, 2014 Berikut adalah teks zonasi yang berlaku bagi kegiatan yang memiliki huruf B dan T di Matriks Indikator pemanfaatan ruang: a. Zona Perumahan 1) Pemanfaatan ruang untuk kegiatan komersial dan kegiatan pendidikan komersial seperti LPK dan Bimbel tidak boleh di atas 25% KDB kavling Buku Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi BWP Sedayu | VIII - 1 atau tidak boleh di atas 25 m2 dengan luas total maksimal dalam satu sub- blok adalah 250 m2 dan jumlah dan distribusi sesuai dengan standar sarana perumahan kota. 2) Kegiatan kesehatan diperbolehkan dengan batasan luasan seperti kegiatan komersial, penyediaan parkir, serta untuk praktek dokter serta bidan memiliki surat izin praktek. 3) Kegiatan pendidikan usia dini dan sekolah dasar diperbolehkan dengan luas maksimal 1500 m2 untuk setiap PAUD dan 6000 m2 untuk setiap SD dengan jumlah dan luas minimum mengikuti standar minimum kebutuhan sarana kota untuk perumahan 4) Kegiatan yang membangkitkan kebutuhan parkir seperti warnet, minimart/toko, restoran/warung makan, perkantoran, LPK bimbel dan lainnya harus menyediakan parkir sesuai dengan ketentuan standar penyediaan parkir yang ada di bagian lain dari laporan ini. Kegiatan prasarana telekomunikasi seperti BTS, STO dan Menara Jaringan Internet harus dibangun dengan mengikuti ketentuan yang ada di bagian lain dari laporan ini. b. Zona Perdagangan dan Jasa 1) Kegiatan perdagangan dan jasa tunggal dimaksudkan untuk mengakomodasi kegiatan yang membutuhkan lahan yang luas seperti restoran besar dan pertokoan besar. Kegiatan perumahan sangat diminimalisir, dibolehkan dengan luasan yang tidak mencapai 20% lahan. Kegiatan perdagangan dan jasa skala kecil juga tidak diperbolehkan di zona ini. Kegiatan SPBU masih diperbolehkan dengan persyaratan dan perijinan yang menyangkut keselamatan wilayah sekitar. Perkantoran diperbolehkan dengan syarat kantor tersebut merupakan bagian dari kegiatan perdagangan dan jasa di zona tersebut. 2) Kegiatan perdagangan dan jasa deret ditujukan untuk mengakomodasi kegiatan perdagangan dan jasa yang diperlukan di permukiman yang lebih kecil. Rencana zona yang ada diarahkan untuk mengakomodasi permukiman baru dan megakomodasi kegiatan yang sudah ada. c. Zona Pelayanan Umum 1) Zona pendidikan dibatasi untuk kegiatan pendidikan. Kegiatan perumahan dibolehkan untuk rumah dinas guru atau penjaga sekolah. Kegiatan pendukung seperti penjualan makanan untuk jajan dan alat-alat sekolah diperbolehkan secara terbatas. 2) Zona transportasi sangat spesifik untuk kegiatan transportasi terkait. Terminal dipergunakan untuk mengakomodasi ke

Recently converted files (publicly available):