• Document: Identifikasi Fisis Viskositas Oli Mesin Kendaraan Bermotor terhadap Fungsi Suhu dengan Menggunakan Laser Helium Neon
  • Size: 478.38 KB
  • Uploaded: 2018-12-08 06:20:08
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JURNAL SAINS DAN SENI (2012) 1-5 1 Identifikasi Fisis Viskositas Oli Mesin Kendaraan Bermotor terhadap Fungsi Suhu dengan Menggunakan Laser Helium Neon Stefan Raharjo Nugroho, Hasto Sunarno Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: hastos@physics.its.ac.id Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik viskositas oli mesin kendaraan bermotor dengan menggunakan laser Helium Neon sebagai sumber cahayanya. Peralatan dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah laser Helium Neon, tabung reaksi, detector, termometer, pemanas dan oli. Oli yang digunakan adalah oli SAE 20, oli SAE 30 dan oli SAE 40. Kemudian peralatan dan bahan diatur. Didapatkan nilai absorbansi awal tanpa adanya oli, dan absorbansi akhir ketika diberi oli bersamaan dengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu maka makin rendah nilai absorbansinya. Secara berturut-turut absorbansi paling rendah adalah oli SAE 20, oli SAE 30 dan oli SAE 40. Dari hasil experimen, viskositas dapat dilihat dengan menggunakan laser Helium Neon. Kata Kunci: Laser Helium Neon, SAE, Viskositas terjadinya gesekan langsung antar logam pada mesin, I. PENDAHULUAN sehingga tingkat keausan logam dan tingkat kerusakan Terdapat beberapa jenis minyak di kehidupan sehari-hari, mesin dapat dikurangi. Dengan perawatan secara berkala misal saja minyak goreng, minyak rambut, minyak wangi, umur mesin menjadi lebih lama. Keadaan optimum minyak pelumas dan lain-lain. Untuk minyak pelumas yang pelumasan logam dapat dicapai, jika permukaan logam digunakan pada mesin kendaraan bermotor dapat disebut bersentuhan dapat dilapisi secara sempurna oleh minyak dengan oli. Oli digunakan untuk melumasi mesin motor pelumas. Untuk mendapatkan minyak pelumas yang yang sedang bekerja. Tidak semua jenis mesin sempurna, karakteristik dan jenis oli yang digunakan harus menggunakan oli yang sama. Misal saja oli untuk mesin diperhatikan. Faktor kekentalan atau viskositas, bahan dasar motor dengan oli untuk mesin gardan. Maka dari itu kita oli merupakan besaran yang harus disesuaikan dengan harus pandai memilih oli yang tepat untuk motor atau mesin klasifikasi mesin. Dengan demikian jenis minyak pelumas yang akan digunakan. yang sesuai dapat digunakan menurut tipe, performa, maupun kebutuhan penggunaannya. Saat ini masyarakat masih awam mengenai oli hanya dengan melihat merk dari yang terkenal, tidak melihat kekentalan oli yang karena terbatasnya alat ukur untuk ini. Karenanya pada penelitian ini akan dihadirkan perancangan model alat ukur yang dapat mengetahui karakteristik kekentalan oli mesin. Tidak sedikit metode penelitian sebelumnya yang dilakukan untuk mendapatkan nilai viskositas dari suatu bahan. Contohnya saja dengan menggunakan viskometer Oswald, viskometer bola jatuh, viskometer “Cup dan Bob” (Brookfield, Viscoteste), viskometer Cone and Plate (viskometer Ferranti-Shirley) dan lain-lain. Dipenelitian kali Gambar 1.1 Contoh Produk Oli yang telah Dijual di Indonesia ini akan menggunakan metode yang berbeda dari (http://pelumas.net/tips-pelumas-cara-baca-kode-spesifikasi- sebelumnya, yaitu dengan menggunakan laser. pelumas-oli/). II. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini fokus pada oli kendaraan bermotor. Hal tersebut dikarenakan banyak dikonsumsi masyarakat 2.1 Viskositas pengguna kendaraan bermotor. Persaingan produk

Recently converted files (publicly available):