• Document: Identifikasi Zona Rekahan di Bendungan Sutami Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas
  • Size: 713.23 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 17:31:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ISSN:2089 – 0133 Indonesian Journal of Applied Physics (2015) Vol.5 No.2 Halaman 65 Oktober 2015 Identifikasi Zona Rekahan di Bendungan Sutami Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Fina Fitriah1, Sunaryo2 dan Adi Susilo2 1 Mahasiswa Program Pascasarjana Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang 2 Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang fitriah.fina@gmail.com Received 06-08-2015, Revised 15-09-2015, Accepted 29-09-2015, Published 20-10-2015 ABSTRACT We identified the craked zones based on geoelectrical resistivity method in Sutami Dam. There are four lines measurement of geoelectrical resistivity method with a length of 380-400 meters. The direction of each line is from the northeast to the southwest. All of the tracks are located at the top of Sutami Dam i.e. two tracks in the upstream and the others in the downstream. From the analysis we found that the lithology is detected by geoelectrical resistivty method showed two layers of design of Sutami Dam. The two layers that are detected are transition zone and filter zone. Transition zone consists of sandstone rock containing water (0.922 Ωm-9.57 Ωm) and dry sandstone (>9.57 Ωm-320 Ωm). Filter zone consists of sand (>320 Ωm-4410 Ωm). Cracked zones spread in the upstream, downstream, and roadway at the top of Sutami Dam which are indicated by the presence of low resistivity (0.922 Ωm-9.57 Ωm) based on 3D processing of data of geoelectrical resistivity. The distribution of cracked zone indicates that Sutami Dam is susceptible to ground movement. Keywords : Cracked zones, Sutami Dam, geoelectrical resistivity, ground movement. ABSTRAK Penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas telah dilakukan untuk mengetahui zona rekahan yang ada di Bendungan Sutami. Terdapat 4 lintasan pengambilan data geolistrik resistivitas yang memiliki panjang 380 m–400 m dengan arah pengambilan data dari Timur laut ke Barat daya masing-masing dua lintasan di puncak bagian hulu dan puncak bagian hilir. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, litologi yang terdeteksi dengan menggunakan data geolistrik resistivitas menunjukkan dua lapisan dari desain Bendungan Sutami. Kedua lapisan yang terdeteksi yaitu zona transisi (batu pasir) yang terdiri dari batu pasir yang mengandung air (0,922 Ωm-9,57 Ωm), batu pasir kering (>9,57 Ωm-320 Ωm), dan zona filter yang tersusun dari pasir (>320 Ωm-4410 Ωm). Zona rekahan terlihat menyebar baik di bagian hulu, bagian hilir dan di jalan raya puncak Bendungan Sutami yang diindikasikan dengan adanya resistivitas rendah yaitu (0,922 Ωm-9,57 Ωm) berdasarkan pengolahan 3D data geolistrik resistivitas. Adanya sebaran zona rekahan ini menunjukkan bahwa Bendungan Sutami rentan terhadap gerakan tanah. Kata kunci: zona retakan, Bendungan Sutami, reistivitas geolistrik, pergerakan tanah. PENDAHULUAN Bencana alam seringkali terjadi di kawasan Kabupaten Malang terutama gempa bumi dan pergerakan tanah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya patahan bumi (faults) yang melewati daerah di Kabupaten Malang sehingga kawasan tersebut menjadi zona labil. Identifikasi Zona Rekahan…66 Salah satu lokasi yang berada di Kabupaten Malang yang rentan dengan gerakan tanah yaitu Desa Karangkates. Di kampung Ledok, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung pada tahun 1999 terjadi gerakan tanah. Hal tersebut menyebabkan sebanyak 78 kepala keluarga harus mengungsi ke Perum Jasa Tirta selama dua minggu. Akibat pergerakan tanah tersebut rumah warga di kampung Ledok retak-retak[1]. Penelitian telah dilakukan di Terowongan Dwi Bakti Karya yang berada di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang untuk mendeteksi adanya rekahan di terowongan tersebut. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat rekahan- rekahan yang berada di bagian atas dan samping dari terowongan[2]. Selain itu telah dilakukan pula penelitian tentang indikasi rekahan di Desa Karangkates dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Lokasi penelitian berada di sekitar Kampung Ledok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat indikasi patahan di Desa Karangkates yang mengarah dari Timur Laut ke Barat Daya[3]. Hal ini memungkinkan bahwa peristiwa gerakan tanah diakibatkan oleh adanya patahan tersebut. Pada Juni 2014, Bendungan Sutami mengalami keretakan sehingga menyebabkan jalan raya puncak bendungan harus ditutup sementara. Keretakan terjadi sepanjang 70 meter. Menurut Susilo pada Wahyu (2014), keretakan ini diakibatkan oleh pergeseran tanah yang merupakan dampak gempa bumi di wilayah selatan Kabupaten Malang dan terjadinya pola patahan[4]. Hal ini menunjukkan bahwa Bendun

Recently converted files (publicly available):