• Document: EFEK MENGUNYAH SATU SISI TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT
  • Size: 530.94 KB
  • Uploaded: 2019-03-14 10:18:07
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

EFEK MENGUNYAH SATU SISI TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT 1 Rudi Triyanto,2Cahyo Nugroho 1,2 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Email address: Masruditasik@yahoo.com Abstrak Mengunyah satu sisi adalah mengunyah hanya menggunakan satu sisi saja, baik sisi sebelah kanan maupun sebelah kiri. Mengunyah makanan dengan satu sisi mulut menyebabkan otot tebal dan kuat hanya di satu sisi tersebut. Pengukuran tingkat kebersihan gigi dan mulut (Indeks OHI-S) pada Mahasiswa yang mengunyah satu sisi, diperoleh rata – rata (Indeks OHI-S) sebesar 1,2 dengan kriteria baik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan alat ukur penelitian ini menggunakan pengukuran indeks kebersihan gigi (Indeks OHI-S). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan tingkat kebersihan gigi dan mulut (Indeks OHI-S) pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi yang mengunyah satu sisi. Hampir setengah dari jumlah Mahasiswa tingkat I D-III dan D-IV Jurusan Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekes Kesehatan Kementerian Kesehatan Tasikmalaya yang berjumlah 61 Mahasiswa, 27 orang Mahasiswa mengunyah dengan menggunakan satu sisi dan kebanyakan mengunyah satu sisi pada bagian sebelah kiri dari pada sebelah kanan, walaupun Mahasiswa mengunyah dengan menggunakan satu sisi tetapi dengan pengetahuan cara memelihara kesehatan gigi dan mulut dan cara menyikat gigi yang tepat hal tersebut dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut tetap baik, meskipun lebih baik mengunyah dengan menggunakan dua sisi. Kata kunci: Mengunyah, Kebersihan Gigi, Mahasiswa 17 Rudi Triyanto.et al/IOHJ (Indonesian Oral Health journal) 2017Januari 2(1): 17-23 PENDAHULUAN secara keseluruhan (Notoatmodjo 2003, Cit., Pendidikan kesehatan adalah suatu Fadilah, 2014). penerapan atau aplikasi konsep pendidikan dan Mengunyah adalah hubungan antara gigi- konsep sehat. Konsep sehat adalah seorang gigi rahang atas dan rahang bawah di mana dalam keadaan sempurna baik fisik, mental dan terdapat kontak sebesar-besarnya antara gigi- sosialnya serta bebas dari penyakit, cacat dan gigi tersebut. Oklusi normal ialah hubungan kelemahannya. Pendidikan kesehatan adalah yang harmonis antara gigi-gigi di rahang yang suatu proses belajar yang timbul karena adanya sama dan gigi-gigi di rahang yang berlainan kebutuhan akan kesehatan, dijalankan dengan dimana dalam kontak yang sebesar-besaran. pengetahuan mengenai kesehatan yang Oklusi normal merupakan hasil pertumbuhan menimbulkan aktivitas perorangan dan dan perkembangan yang baik dari alat masyarakat dengan tujuan menghasilkan pengunyah dan meliputi hal yang kompleks kesehatan yang baik (Herijulianti, 2002). (Perpustakaan UGM, 2015). Tujuan kesehatan gigi adalah (1) Kebiasaan mengunyah pada satu sisi memperkenalkan kepada masyarakat tentang geraham memang tidak memengaruhi kesehatan gigi (2) mengingatkan kepada pertumbuhan gigi, namun akan memengaruhi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan gigi perkembangan rahang. Bagian yang sering dan mulut (3) menjabarkan akibat yang timbul berfungsi akan memicu perkembangan rahang, dari kelainan menjaga kebersihan gigi dan sedangkan bagian yang dibiarkan pasif menjadi mulut (4) menanamkan perilaku sehat sejak tidak begitu berkembang (Suryawati, 2010). dini melalui kunjungan ke sekolah (5) menjalin Mengunyah makanan dengan satu sisi kerjasama dengan masyarakat dalam mulut menyebabkan otot tebal dan kuat hanya memberikan penyuluhan langsung kepada di satu sisi tersebut. Otot muka di sisi kanan dan masyarakat (Herijulianti, 2002). kiri menjadi asimetris. Mengunyah makanan Kebersihan mulut dapat diukur dengan dengan dua sisi mulut juga bermanfaat untuk suatu indeks dengan kriteria : baik, sedang dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buruk. Pengukuran yang digunakan adalah sendiri memiliki sifat self cleansing. Air liur di OHI-S (Simpliflied Oral Hygiene Index) dari mulut akan banyak keluar saat kita mengunyah (Green dan Vermilion 1964, Cit., Be Kien Nio, dan air liur ini menstabilkan kondisi flora 1987). n

Recently converted files (publicly available):