• Document: PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN DI KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
  • Size: 166.37 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:52:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) 93 Vol. 1/No.1/April 2015 ISSN: 977-2442-8780-11 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN DI KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Khosmas Aditya1, Rudi Santoso Yohanes2 Program Studi Pendidikan Matematika – FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Madiun ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran matematika realistik pada pokok bahasan Perbandingan di kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp. Langkah-langkah dari model pengembangan Plomp adalah 1) investigasi awal, 2) perancangan produk, 3) realisasi, 4) tes, evaluasi dan revisi. Perangkat pembelajaran yang terealisasikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa (BS), Buku Petunjuk Guru (BPG), Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Widodaren Ngawi pada minggu ketiga dalam bulan November tahun 2014 dengan dua kali pertemuan di kelas VIIB. Sebelum diujicobakan ke lapangan, perangkat pembelajaran terlebih dahulu diuji berdasarkan kriteria kualitas perangkat pembelajaran menurut Nieveen. Kriteria tersebut diantaranya kevalidan perangkat pembelajaran, kepratisan perangkat pembelajaran dan keefektifan perangkat pembelajaran. Dari penelitian ini diperoleh beberapa hasil temuan yaitu perangkat pembelajaran mempunyai tingkat kevalidan pada kategori valid, aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar aktif, guru mampu mengelola pembelajaran matematika realistik dengan baik, dan tercapainya ketuntasan belajar siswa lebih dari 80%. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelejaran, Pembelajaran Matematika Realistik Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika 94 Realistik pada Pokok Bahasan Perbandingan di Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Matematika memiliki peran dan posisi yang penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Adams & Hamm (dalam Wijaya, 2012:1) menyebutkan empat macam pandangan tentang posisi dan peran matematika, yaitu: 1) matematika sebagai suatu cara untuk berpikir, 2) matematika sebagai pemahaman tentang pola dan hubungan, 3) matematika sebagai suatu alat, dan 4) matematika sebagai bahasa atau alat untuk berkomunikasi. Matematika sebagai ilmu dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang, karena matematika tidak akan lepas dari setiap tingkah laku manusia. Belajar matematika merupakan syarat cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Karena dengan belajar matematika, siswa akan belajar bernalar secara kritis, kreatif, dan aktif. Meskipun matematika menjadi syarat cukup, matematika masih menjadi pelajaran yang paling banyak tidak disukai oleh siswa. Maka tidak jarang dari siswa mendapatkan nilai yang rendah pada mata pelajaran matematika. Pengajar atau guru menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Pada umumnya guru menggunakan model pembelajaran konvensional dengan metode ekspositori yang semuanya masih terpaku kepada guru. Dalam proses pembelajaran konvensional, guru menjadi pusat pembelajaran dengan memberikan contoh soal, kemudian guru memberikan latihan untuk dikerjakan oleh siswa. Sehingga membuat siswa menjadi kurang aktif dalam proses belajar mengajar yang terjadi. Selain faktor dari pengajar atau guru, juga ada faktor dari siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Manurut Slameto (2010:54) faktor internal antara lain faktor jasmani, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Sedangkan, faktor eksternal terdapat faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Semua faktor di atas sangat mempengaruhi proses berpikir seorang siswa yang mengakibatkan salah satunya adalah anggapan dari siswa bahwa matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit. Dibutuhkan kreatifitas seorang pengajar untuk membuat matematika menjadi pelajaran yang mudah. Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) 95 Vol. 1/No.1/April 2015 ISSN: 977-2442-8780-11 Dari kesulitan yang dialami siswa tersebut yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengatasi kesulitan yang dialami peserta didik. Penggunaan masalah nyata menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti diungkapkan oleh De Lange (dalam Wijaya, 2012:19) seorang praktisi pendidikan menerjemahkan istilah “situasi konkrit” sebagai penggunaan masalah nyata sehari-hari (real world problem) untuk menanamkan konsep matematika kepada siswa. Freudenthal (dalam Wijaya, 2012:20) mengungakapkan bahwa “matematika meru

Recently converted files (publicly available):