• Document: PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) URAIAN KEGIATAN
  • Size: 50.42 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:49:45
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) URAIAN KEGIATAN KOMPONEN PENJELASAN DAN CONTOH KEGIATAN 1. Kegiatan adaptasi perubahan iklim 1.1. Pengendalian kekeringan, banjir dan longsor a. Pemanenan air hujan Pemanenan air hujan adalah upaya penanganan/antisipasi kekeringan misalnya dengan membangun embung, dan penampungan air hujan (PAH). Bentuk dan ukuran bangunan menyesuaikan kondisi dan kemampuan masyarakat setempat, dalam skala individu maupun komunal. b. Peresapan air Peresapan air adalah upaya penanganan/antisipasi kekeringan dengan meningkatkan resapan air misalnya melalui pembuatan biopori, sumur resapan, Bangunan Terjunan Air (BTA) atau rorak, dan Saluran Pengelolaan Air (SPA). c. Perlindungan dan Perlindungan dan pengelolaan mata air adalah upaya pengelolaan mata air penanganan/antisipasi kekeringan dengan melakukan perlindungan mata air, yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembuatan aturan, penjagaan, dan upacara adat. d. Penghematan Penghematan penggunaan air adalah upaya untuk menggunakan air secara penggunaan air efektif dan efisien sehingga tidak mengalami pemborosan, misalnya penggunaan kembali air yang sudah dipakai untuk keperluan tertentu dan pembatasan penggunaan air. e. Penyediaan sarana Pembuatan sarana dan prasarana bertujuan untuk menanggulangi banjir, dan prasarana misal: membangun saluran drainase, kanal, kolam retensi, rumah pompa, pengendalian banjir dan melakukan pengerukan. f. Sistem peringatan Sistem peringatan dini bertujuan untuk penanganan/ antisipasi bencana dini (early warning banjir, misal: informasi ketinggian muka air sungai, pemasangan alat system) tradisional, pemakaian alat komunikasi jarak jauh, rute evakuasi. g. Rancang bangun Memodifikasi kontruksi bangunan merupakan bentuk upaya yang adaptif penanganan/antisipasi bencana banjir misalnya dengan meninggikan struktur bangunan, desain rumah panggung, atau rumah apung. h. Terasering Penanganan/antisipasi bencana longsor dan erosi dapat dilakukan dengan membuat terasering, yaitu bangunan berundak-undak yang tegak lurus arah lereng dan mengikuti garis horizontal. Penerapan terasering perlu mempertimbangkan karakteristik lahan, misalnya luas lahan, ketebalan tanah, dan kemiringan lereng. i. Penanaman vegetasi Penanaman vegetasi adalah upaya penanganan/antisipasi bencana longsor, erosi, dan penanganan lahan kritis, seperti dengan penanaman vegetasi jenis tertentu yang sesuai dengan kondisi lokal. 1.2. Peningkatan ketahanan pangan a. Sistem pola tanam Sistem pola tanam merupakan upaya penanganan/ antisipasi gagal tanam dan gagal panen, misalnya dengan mempraktikan sistem tumpangsari, dll. b. Sistem irigasi/ Sistem irigasi/drainase ini adalah sebagai upaya penanganan/antisipasi drainase gagal tanam dan gagal panen, misalnya membangun sistem irigasi hemat air (kondisi air macak-macak, tidak tergenang), dll. c. Pertanian terpadu Penanganan/antisipasi gagal tanam dan gagal panen dengan melakukan (integrated praktik pertanian terpadu, yaitu kombinasi budidaya tanaman semusim, farming/mix farming) peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan yang berada dalam satu lokasi dan terjadi interaksi antar-komponen tersebut. Misalnya: kotoran ternak digunakan untuk pupuk kandang, sisa seresah tanaman dijadikan kompos, dll. d. Pengelolaan potensi Upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan tanaman dan hewan lokal lokal untuk peningkatan ketahanan pangan, terutama tanaman dan hewan lokal yang memiliki potensi untuk beradaptasi terhadap kondisi iklim ekstrim.

Recently converted files (publicly available):