• Document: TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DRM NON AKTIF DI FILING RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADI TAHUN
  • Size: 217.2 KB
  • Uploaded: 2019-03-14 07:39:45
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

TINJAUAN PELAKSANAAN RETENSI DRM NON AKTIF DI FILING RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADI TAHUN 2015 Deta Sectio Prihatna*), Arif Kurniadi, M.Kom**) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang **) Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No 5 – 11 Semarang Email : Sectiodeta@gmail.com ABSTRACT Frequency of out going and in coming medical records is very high for a private owned hospital. In the long run of storage time, shelf document will be full and no longer adequate for the new DRM. The records officer who was part of filing in Permata Bunda hospital in Purwodadi do not have a reference in carrying out the functions namely retention, because there is no standard procedure in grain explains, so the attendant confusion how to do good retention and true. Thus the resear chers would like to review the implementation of the review of non active DRM retention at the filing unit of Permata Bunda hospital in Purwodadi. From the results of the interview and observation to four 4 officers, it can be found that 25% of A officers complained that there are no records on retention schedules at Permata Bunda hospital in Purwodadi. 25 % of B officers complained that document shelfs are full. 25% of C officers complained of the lack of optimization on implementation of retention in the disease group based JRA and 25% D officers complained on the absence of medical records documents which are transfer red to in active list. There is confusion among the filing attendant on how to do good retention. This study includes a descriptive study with cross sectional approach. The method used is observation by knowing the true procedures of medical records retention and interview 4 document filing clerks in Permata Bunda hospital Purwodadi as guidance of non – active DRM retention. The result from the interview are the filing officer did not know about the procedures of retention, so the officer must ask in advance to the head of the medical record. There is no retention schedule at the hospital. Although there is a retention policy at the hospital but there are no action procedure to do it. Know ledge filing officer is due to several factors, such as lack of training, education and work experience. To over come these problems, the researchers suggested that the hospital improve the fix procedure and explain the procedures of retention so that these activities can be scheduled. The hospital hold a training on the management of DRM / archival retention so that implementation runs smoothly. Keywords : retention, fixed procedure, filing Bibliography : 13 (1988-2015) PENDAHULUAN kepada pasien. Catatan merupakan tulisan yang dibuat oleh dokter Kesehatan merupakan hal yang mengenai tindakan – tindakan yang sangat penting agar manusia dapat dilakukan kepada pasien dalam bertahan hidup dan melakukan rangka pelayanan kesehatan. Rekam aktivitas. Pentingnya kesehatan ini medis juga berguna sebagai bukti mendorong pemerintah untuk tertulis atas pelayanan terhadap mendirikan layanan kesehatan. seseorang pasien dan juga mampu Pemerintah mendirikan lembaga melindungi kepentingan hukum bagi kesehatan atau fasilitas pelayanan pasien yang bersangkutan. kesehatan seperti Puskesmas, Frekuensi keluar masuknya rekam Rumah Sakit Umum Daerah dan medis sangat tinggi bagi rumah sakit Rumah Sakit Umum milik Swasta. swasta. DRM pada rak penyimpanan Lembaga kesehatan yang sering tidak selamanya di simpan, sehingga diakses oleh masyarakat adalah dalam waktu penyimpanan yang Puskesmas. Keterbatasan fasilitas lama, rak dokumen akan penuh dan yang ada pada puskesmas, membuat tidak mencukupi lagi untuk DRM yang masyarakat memilih rumah sakit baru. Tata cara pengelolaan DRM di umum pusat menjadi rujukan untuk filing Rumah Sakit Permata Bunda mengakses layanan kesehatan. Purwodadi yaitu penyimpanan DRM Pengelolaan unit usaha rumah sakit menggunakan Sentralisasi yaitu suatu memiliki keunikan tersendiri karena sistem penyimpanan dengan cara selain sebagai unit bisnis, rumah sakit menyatukan formulir rekam medis juga memiliki misi sosial yang milik pasien ke dalam satu kesatuan berperan penting dalam hal dimana DRM rawat jalan, rawat inap, kesehatan

Recently converted files (publicly available):