• Document: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
  • Size: 253.6 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 12:01:51
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Kottelat et al, (1993) menyatakan yang dimaksud dengan ikan Batak adalah Tor sp. dan jenis yang lainnya yang mirip dan hidup di Danau Toba adalah Neolissochilus sp. Ikan batak terdiri dari dua genera yaitu Neolissochilus dan Tor yang termasuk dalam famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Penelitian mengenai jumlah kromosom ikan dari famili Cyprinidae telah banyak dilaksanakan, diantaranya oleh Veranita (1999) pada empat spesies ikan tawar yaitu, Rasbora Laterisriata, Puntius, tetrazona, P. Binotatus, dan P. Javanicus, dan diperoleh jumlah kromosom masing-masing 2n = 50. Novizarni (2005) melaporkan bahwa jumlah kromosom ikan Mas (Cyrinus carpio) yang terdapat di Sumatera Barat adalah 2n=100. 2.1 Neolissochilus Ikan Batak, atau lebih populer disebut ‘Ihan’, telah lama dikenal masyarakat Batak di Sumatera Utara. Ikan ini termasuk komoditas eksotis dan memiliki nilai religius tersendiri, terutama dalam upacara adat. Sekarang ikan tersebut mulai langka karena penangkapan berlebihan, serta perkembang biakan di alam yang menurun, akibat terganggunya pemijahan. Secara historis, pelestariannya telah lama dilakukan di Danau Toba. Prosesnya melibatkan hak adat, dengan adanya hukum adat untuk menangkap ukuran dan lokasi penangkapan pada daerah tertentu (http://www.imrannapitupulu.com/ikan-batak-aek-sirambe-perlu-dilestarikan.html). Genus Neolissochilus ini memiliki tiga spesies yaitu, N. thienemanni, N longipinnis, N. sumateranus. N. thienemanni memiliki ciri morfologi lebar badan 4 kali lebih pendek dari PS; 10 sisisk di depan sirip punggung ; 10 baris yang tidak teratur (masing-masing memiliki tubus yang keras) pada masing-masing sisi moncong dan di bawah mata; alur dari bagian belakang sampai ke bibir bawah terputus di Universitas Sumatera Utara bagian tengah (Kottelat, et al., 1993). N. sumateranus memiliki ciri morfologi lebar badan 3,1-3,5 kali lebih pendek dari PS; 7-8 sisik di depan sirip punggung; 4 baris pori-pori (masing-masing memilki tubus yang keras ). N. longipinnis memiliki lebar badan 3,4 – 3.8 kali tebih pendek dari PS; 8-9 sisik di depan sirip punggung; tidak ada informasi mengenai adanya pori-pori atau tubuh dari moncong; alur dari bagian belakang sampai bibir bawah tidak terputus di bagian tengah (Kottelat, et al, 1993). 2.2 Tor Tor mempunyai ciri- ciri bibir bawah berubah menjadi tonjolan berdaging, atau paling sedikit dua lekukan yang membatasi posisi tonjolan, lekukan di belakang bibir tidak terputus, tidak ada tulang keras pada rahang bawah, sirip dubur lebih pendek dari pada sirip punggung, bibir bawah tanpa celah di tengah (Dinas Perikanan Dati I Sumatera Utara, 1999). Menurut Kottelat et al, (1993) sistematika pada Tor masih tidak teratur. Beberapa jenis bersifat tentatif dan dianggap tidak sah. Kebanyakan merupakan jenis terancam punah, khususnya karena penggundulan hutan dan penangkapan yang berlebihan (khususnya menggunakan dinamit dan racun). Cyprinidae mempunyai penyebaran yang lambat di dunia karena merupakan hewan perairan darat sehingga secara fisiologis tidak mampu bertahan di air laut (Lagler, 1962). Cyprinidae berasal dari Asia dan menyebar ke benua Afrika serta Amerika. Di setiap benua ditemukan famili ini dengan karakteristik yang beragam. Famili ini memiliki 1600 spesies ( Moyle et al, 2082). Universitas Sumatera Utara 2.3 Klasifikasi Ikan batak Neolissochilus sp. dan Tor sp. termasuk ke dalam ordo Cypriniformes, famili Cyprinidae. Genus (Neolissochilus dan Tor). Spesies (Neolissochilus sp. dan Tor sp.) (Kottelat, et al. 1993 ). 2.4 Kromosom Bagian terkecil dari mahluk hidup dinamakan sel. Sel dari mahluk hidup multiseluler terdiri atas membran, sitoplasma, dan inti sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom, yaitu benda-benda halus berbentuk batang panjang atau pendek lurus atau bengkok (Suryo, 1997). Kromosom dapat terlihat jelas selama tahap-tahap tertentu dari pembelahan inti, yang biasanya digambarkan pada tahap metafase (Crowder, 1997), kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel (Suryo, 1997). Kromosom merupakan unit dasar kehidupan yang di dalamya terdapat material genetik yaitu DNA yang mengontrol seluruh aktifitas hidup, termasuk metabolisme dan penuruna sifat (Klug dan cummings, 1994). Jumlah kromosom pada tubuh hewan bervariasi, tergantung pada sel yang diamati. Sel telur dan sel sperma membawa jumlah kromosom yang haploid, sedangkan pada sel tubuh membawa kromosom diploid. Kromosom diploid pada zigot merupakan penggabungan dari kromosom haploid sel telur dan sel sperma (Paul dan Goodenough, 1974). Jumlah kromosom yang bervariasi dari satu spesies dengan spesies lain dan pada spesies yang sama jumlah kromosom adalah konstan (Wagner, et al, 1980). Akan tetapijumlah kromosom yang dapat mengalami perubahan yang dikenak dengan aberasi kromosom. Per

Recently converted files (publicly available):