• Document: BAB I PENDAHULUAN. Jerawat atau akne adalah mesalah kulit berupa infeksi dan peradangan
  • Size: 153.9 KB
  • Uploaded: 2019-04-16 07:32:25
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jerawat atau akne adalah mesalah kulit berupa infeksi dan peradangan pada unit pilosebasea. Akne sering membuat resah dan menghilangkan rasa percaya diri, apalagi jika area kulit yang berjerawat sangat luas.5,14 Umumnya akne dapat sembuh sendiri dan biasanya mengenai usia remaja dan dewasa muda ( Fulton, 2009 ).14 masa tersebut merupakan masa transisi dari masa kanak – kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial.13 Akne sering menjadi tanda pubertas pertama dan dapat terjadi satu tahun sebelum menarkhe atau haid pertama.Seluruh wajah dapat terlihat merah meradang dan penuh dengan benjolan jerawat.5,14 Akne memiliki tempat predileksi di wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung serta dapat menimbulkan jaringan parut dan sikatris.7 Penyakit ini tidak fatal, akne yang ringan sering dianggap sebagai proses yang fisiologis, namun sering merisaukan karena dapat mengurangi kepercayaan diri.2 Sebenarnya akne memang dapat timbul kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Dengan kata lain akne merupakan penyakit yang multifaktorial, dan merupakan salah satu penyakit kulit tersering yang terjadi lebih dari 80 % populasi dan pada umumnya timbul pada masa pubertas dan dewasa muda.5 1 2 Sebanyak 60-70% rakyat Amerika terpengaruh dengan masalah jerawat pada suatu saat hidupnya dan 20% dari kalangan penderita dapat jerawatan yang parah hingga menyebabkan parut kawah yang permanen (Fulton, Black, 1983). Pada usia remaja, jerawat lebih sering terkena pada pria berbanding wanita. Namun dengan peningkatan usia, jerawat lebih sering terkena pada wanita (Shaw, White, 2001). Diketahui bahwa 12% daripada wanita dan 5% daripada pria berusia 25 tahun mengalami masalah jerawat, dan pada usia 45 tahun, 5% wanita dan pria masih mengalami masalah jerawat (Kligman, 1991). Di Indonesia, jerawat mempengaruhi 85-100% orang, sedangkan menurut catatan kelompok studi dermatologi kosmetika Indonesia, menunjukkan terdapat 60% penderita jerawat pada tahun 2006 dan 80% pada tahun 2007.8 Etiologi pasti akne vulgaris sampai saat ini belum diketahui (multifaktorial), tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi, mulai dari adanya faktor keturunan (genetik), hormon, gaya hidup, infeksi, makanan, stress, kosmetik, dan sebagainya.5,3 Secara klinis jerawat atau akne bermacam – macam, dari yang kecil – kecil tanpa disertai peradangan ( komedo ), kemudian papul, nodus, hingga apa yang disebut jerawat kistik ( besar dan keras ). Jerawat kistik sering kali dijumpai riwayat keluhan yang sama pada anggota keluarganya ( faktor keturunan ). Tingkat keparahan akne terutama berhubungan dengan jumlah produksi kelenjar minyak pada kulit. Mereka dengan problem jerawat yang parah umumnya memiliki kelenjar minyak yang besar – besar, sangat aktif, 3 muara saluran kelenjar tampak menonjol ( pori – pori besar ), dan kulit sangat berminyak. Keadaan kulit yang demikianlah yang sering dikeluhkan karena mudah kotor dan kusam. Minyak, kotoran atau debu, dan keringat yang menempel di wajah dapat menutup dan menyumbat pori – pori sehingga mempermudah terbentuknya akne, dan tentunya memperparah akne yang telah ada. Maka dapatlah dipahami, menjaga kebersihan wajah menjadi salah satu jalan untuk membersihkan minyak yang berlebih di wajah. Membersihkan wajah secara teratur dan benar dengan pembersih yang tepat sangatlah penting, apalagi yang memiliki problem kulit berminyak dan berjerawat.5,6 Kebersihanadalah praktekmenjagadiri sendiri danlingkungan seseorangbersihuntuk mencegahpenyakitatau penyakit. Akibatnya, kebersihan kulitmeliputipembersihankulit danjugamenjagakesehatan.Menjaga kebersihan kulit dapat dilakukan oleh setiap orang seperti mandi dan mencuci wajah dua kali sehari.5,8 Selain dilakukan secara rutin setiap hari, ketika badan dan wajah dalam keadaan kotor, misalnya setelah beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari, bepergian jarak jauh dengan mengendarai kendaraan terutama roda dua sehingga kulit banyak terpapar oleh debu dan asap kendaraan bermotor. Setelah berolahraga, atau setelah melakukan aktivitas berat sehingga banyak keluar keringat, sebaiknya segera membersihkan badan dan wajah.Dalam kebanyakan orang tindakanmembersihanberfungsisebagai saranarelaksasi 4 danmelepaskan diridari kehidupan sehari-hari, dan juga sebagaicara untuk meningkatkankesehatan kulitdan penampilan.4,15 Namun membersihkan wajah seringkali harus menyesuaikan rutinitas, pekerjaan atau kebiasaan seseorang serta perlu ketelat

Recently converted files (publicly available):