• Document: OLIMPIADE MATEMATIKA SMA. ( Oleh : Ahmad Thohir )
  • Size: 159.06 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 23:34:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

OLIMPIADE MATEMATIKA SMA ( Oleh : Ahmad Thohir ) PENDAHULUAN Saat ini banyak siswa setingkat SMA mulai banyak menyukai yang namanya olimpiade matematika walaupun tidak banyak terutama di daerah perkotaan di desa pun tidak ketinggalan walaupun jumlahnya masih sangat minim. Olimpiade matematika contoh misal di daerah tiap tahun diadakan OSN tingkat kabupaten/kota, kemudian bagi yang lolos seleksi akan bisa masuk daftar nominasi mengikuti seleksi di OSN tingkat propinsi serta setelah diadakan seleksi lagi bagi yang lolos akan bisa mengikuti OSN tingkat nasional. Siapapun siswa pasti banyak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal singkat olimpiade, karena banyak soal dan pengerjaan soalnya materi SMA saja tidak cukup, jangankan para siswa yang masih menunggu bimbingan dari guru dulu, para guru yang katanya banyak siswa mengagumi mereka dengan mengatakan hafal rumus di luar kepal, banyak mengalami kesulitan juga. Ini dikarenakan karakteristik soal pada OSN baik tingkatan kabupaten sampai nasional disusun sedemikian rupa yang tidak biasa dihadapi para siswa ataupun guru di kelas. Untuk bisa mengerjakan soal setingkat olimpiade memang perlu waktu yang cukup, masing – masing orang mungkin berbeda, tetapi dengan banyak mencoba dan sering diskusi dengan teman yang suka matematika serta guru pembimbing akan cukup membantu, jangan lupa usakakan cari literatur yang cukup baik dari dalam maupun dari luar negeri, karena beberapa orang bisa mengerjakan soal olimpiade karena yang pertama memang ia suka yang berikutnya karena otodidak. Apa lagi kalau semuanya sudah tidak gaptek, lebih – lebih dengan yang namanya internet, pasti akan sangat membantu, banyak yang bisa kita peroleh dengah yang satu ini. hampir semuanya bisa kita peroleh atau bisa kita download. Kata kunci berikutnya adalah biasakan diri kita berlatih dengan soal – soal sulit dan menantang serta kita pantang menyerah, sedikit – demi sedikit nantinya akan menambah wawasan kita dalam mengerjakan (teknik problem solving) soal olimpiade matematika yang tiap tahunnya pasti ganti soal. MATERI OLIMPIADE MATEMATIKA SMA Materi olimpiade matematika SMA megacu pada silabus International Mathematical Olympiad (IMO) yang mana materi ujinya dapat digolongkan dalam 4 bagian, yaitu: Aljabar, Teori bilangan, Geometri dan Kombinatorika. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN Bidang Aljabar Soal 1. Jika = 201320132013  2014201420142014 , dan = 2013201320132013  201420142014. Berapakah nilai dari − ? Pembahasan : Sebenarnya untuk urusan perkalian bilangan bulat mungkin kebanyakan kita tidak banyak mengalami kesulitan tetapi jadi lain apabila sebuah bilangan disusun sedemikian rupa, misal seperti soal di atas apa lagi bentuknya sual uraian, mungkin kita akan berkata pada diri kita sendiri soal ini apa bila dikerjkan apa adanya jelas membutuhkan ketelitian dalam mengalikannya terus baru kemudian dikurangkan, kalau kita ingin pakai kalkulator jelas tidak mungkin pasti di layar akan muncul kata error. Adakah cara lain, eh ternyata ada coba anda perhatikan perkalian 2 bilangan berikut; 1234 x 10001 = 12341234, terus untuk 1234 x 100010001 = 123412341234. Dari perkalian 2 bilangan di atas anda pasti tahu bagai mana cara yang tepat dalam menyelesaikan soal di atas. ya, anda benar = 201320132013  2014201420142014 = 2013 x 100010001 x 2014 x 1000100010001, dan = 2013201320132013  201420142014 = 2013 x 1000100010001 x 2014 x 100010001. Sampai langkah di sini sudah terbayang dalam benak kita kalau jawabannya jelas A – B = 0. Dari sini sebagai evaluasi kita adalah bagaimana kita mengenal bilangan itu sendiri. mungkin perkalian 2 bilangan itu mudah karena kita keseringan mengerjakan soal – soal mudah tetapi kebiasaan kita menghindari soal – soal yang sulit suatu saat akan menjadi bumerang bagi kita di kemudian hari. Coba perhatikan lagi untuk soal berikutnya Soal 2. (Soal Olimpiade Sains 2012 Matematika SMA/MA. PORSEMA NU VIII PW. LP. MA’ARIF NU JAWA TENGAH ) Jika  = maka 3 dapat dinyatakan dengan :               a. b. c.         d. e. Pembahasan : kalau soal yang pertama tadi diberikan berbentuk uraian, kita dituntut mampu dalam banyak hal, beda halnya kalau soalnya berbentuk pilihan ganda, tentu kita punya cara masing – masing dalam menyelesaikannya, karena sudah ada pilihan jawaban untuk kita. Andaikata kita mengalami kebingungan dalam mengarahkan jawaban kita ke salah satu dari 5 pilihan jawaban, kita masih punya cara lain, yaitu dengan mengerjakannya terbalik maksudnya kita pilih salah saru jawaban yang kita anggap benar dan mengarahkannya ke soal. Coba perhatikan solusi dari saya, Dari soal diketahui  =  . Maka  3

Recently converted files (publicly available):