• Document: ANALISA POTENSI BAHAYA DAN RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN PT SARANA CITRANUSA KABIL DENGAN METODE HIRARC
  • Size: 378.36 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 21:14:20
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

IJCCS ISSN: 1978-1520  119 ANALISA POTENSI BAHAYA DAN RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN PT SARANA CITRANUSA KABIL DENGAN METODE HIRARC Sanusi*1), Andi Despriadi2), Zeri yusdinata3) 1,2,3 Program Studi Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina e-mail: sanusi@stt-ibnusina.ac.id, andi_ganteng182@yahoo.com, zari.yusdinata@stt- ibnusina.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisa potensi dan resiko kegiatan bongkar muat yang di pelabuhan dengan cara observasi lapangan dan wawancara kepada pekerja di pelabuhan sehingga diketahui potensi bahaya yang ada pada kegiatan bongkar muat. HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) adalah metode identifikasi yang digunakan untuk meninjau hazard suatu operasi atau proses secara sistematis, teliti dan terstruktur yang dapat menimbulkan resiko merugikan bagi manusia, fasilitas, lingkungan, atau system yang ada serta menjelaskan penanggulangan resiko. Untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan, metode Fishbone digunakan. Dari hasil interview dan pengamatan, terdapat 9 aktivitas/ kegiatan yang diidentifikasi bisa menyebabkan potensi bahaya dan reisikonya. Besarnya risiko yang terjadi pada kegiatan bongkar muat tergantung dari teknologi atau alat yang digunakan dan upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Terdapat 3 dari 9 potensi bahaya yang memiliki tingkat risiko yang paling tinggi yaitu tertimpa material, menabrak/ ketabrak kendaraan lain dan material terbentur dinding kapal. Pengendalian bahaya yang bisa dilakukan seperti: bekerja sesuai dengan Standar Operational Prosudure (SOP), pemakaian APD, kesiagaan tanggap darurat serta penekanan terkait aturan yang harus dipatuhi sesuai dengan aturan dan prosudur pemerintah yang berlaku. Kata kunci— Bongkar Muat, Fishbone, HIRARC, Identifikasi Potensi Bahaya, Job Safety Analysis, SOP This research objective is to analysis potential hazards and risk control in loading and unloading activities in the harbour conducted by field observation and interview to workers so that the potential hazard activities is identified. HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) is an identification method used to review the hazard of a systematic, thorough and structured operation or process that may pose a detrimental risk to human, facilities, environment or existing systems and explain risk mitigation. April 2017 | Vol. 2 | No. 1 | ISSN : 2541-2647 120  ISSN: 1978-1520 To identify the causes of accidents, researchers used fishbone method. From interview and field observation, 9 activities / activities identified have potential hazards and risk. The amount of risk that occurs in loading and unloading activities depends on the technology or tools used and the risk control efforts undertaken. Of the 3 potential hazards that have the highest level of risk namely material striking, crashing / crashing of other vehicles and material hit the ship wall is done, hazard control done such as: work in accordance with Stadandert of Operation Prosudure (SOP), use of PPE, emergency preparedness and emphasis related rules Which must be obeyed according to government rules and prosudures. Keywords: Loading and unloading, Fishbone, HIRARC, Hazard Identification, Job Safety Analysis, SOP 1. PENDAHULUAN Setiap pekerjaan memiliki potensi bahaya dan risiko baik dilihat dari jenis pekerjaan itu sendiri, area kerja, tenaga kerja (manpower) maupun alat kerja. Potensi bahaya dan risiko yang mungkin timbul dapat disebabkan oleh kesalahan manusia (Human Error) ataupun kesalahan peralatan (Equipment Error). Kegiatan bongkar muat yang ada dipelabuhan juga memiliki potensi bahaya dan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Besarnya risiko yang terjadi tergantung dari teknologi atau alat yang digunakan dan upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Di dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara garis besar kejadian kecelakaan kerja disebabkan oleh 2 faktor: - Tindakan manusia yang tidak memenuhi keselamatan kerja (Unsafe Act) - Keadaan-keadaan lingkungan yang tidak aman (Unsafe Condition) Gambar 1 Diagram Kecelakaan/ Incident April 2017 | Vol. 2 | No. 1 | ISSN : 2541-2647 IJCCS ISSN: 1978-1520  121 Untuk mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi perlu dilakukan analisa potensi biaya dan analisa risiko suatu kegiatan. Proses analisa dilakukan setelah, Proses identifikasi potensi bahaya dilakukan. Penilaian risiko merupakan proses untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap tingkat risiko kec

Recently converted files (publicly available):