• Document: RECORDING PADA USAHA TERNAK PERAH
  • Size: 496.02 KB
  • Uploaded: 2019-02-14 00:18:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

RECORDING PADA USAHA TERNAK PERAH 1. Pengantar Setiap usaha yang sukses, baik usaha pertanian maupun nonpertanian, selalu memerlukan suatu sistim penanganan catatan (record-keeping system) agar dapat melaksanakan manajemen dan evaluasi usaha secara efektif. Hal yang sama juga berlaku dalam usaha ternak perah. Catatan (records) yang lengkap dan akurat adalah ibarat tulang punggung bagi pengelolaan suatu usaha ternak perah yang menguntungkan. Dengan adanya penggunaan rekording yang lengkap dalam pengambilan keputusan-keputusan dapat mengubah usaha ternak yang merugi menjadi menguntungkan dan bahkan mengubah usaha yang menguntungkan menjadi jauh lebih menguntungkan. Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun dapat dikatakan bahwa salah satu penyebab utama yang membuat sebuah usaha ternah perah merugi bahkah bangkrut adalah tidak adanya rekording yang baik. Tujuan utama menyediakan rekording pada usaha ternak perah adalah untuk menyediakan informasi yang lengkap dan terperinci tentang ternak sapi secara baik individu maupun secara kelompok (herd), yang diperlukan dalam rangka (1) pengambilan keputusan sehari-hari (misalnya jumlah pemberian konsentrat bagi setiap sapi dan untuk menentukan secara tepat kapan mengawinkan, mengeringkan atau mengafkir seekor sapi serta bagaimana memberi pengobatan/penanganan bagi seekor ternak yang sakit atau menunjukkan kelainan); (2) evaluasi terhadap manejemen yang sedang dijalankan; dan (3) perencanaan jangka panjang. Berdasarkan informasi yang diringkas dari record secara bulanan, semi-annual atau annual akan sangat berguna bagi pengelola usaha ternak perah untuk menentukan kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness) dan keuntungan (profitability) dari saha ternaknya. Syarat-syarat rekording usaha ternak perah yang baik adalah sederhana/ praktis, lengkap, akurat, up-to- date, mudah dimengerti serta memerlukan waktu yang minimum untuk mengerjakannya. Tanpa rekording yang akurat, ternak-ternak produktif akan dipandang sama posisinya dengan ternak yang jelek produksinya, paling tidak dalam pikiran si peternak tadi. Dengan demikian pengadaan rekording adalah suatu keharusan dalam suatu usaha ternak perah yang berorientasi bisnis modern. Sistem pencatatan dalam kegiatan usaha sapi perah berkembang dengan pesat di negara Eropa maupun Amerika Serikat. Pertama kali dilakukan oleh suatu organisasi yang berlokasi di negara Denmark pada tahun 1895, selanjutnya system pencatatan ini berkembang dan saat ini memegang peranan yang cukup penting di negara-negara tersebut dan dengan keuntungan yang cukup besar pula. 2. Identifikasi Sapi Perah Salah satu fungsi penting dari program rekording adalah menyediakan indentitas bagi setiap sapi dalam kelompoknya. Keputusan-keputusan manajemen harian yang berkaitan dengan breeding, pemberian pakan, seleksi, penanganan kebuntingan/beranak dan pengafkiran akan sanngat tergantung kepada identifikasi ternak secara akurat. 2.1. Kegunaan Identifikasi Merencanakan suatu sistim identifikasi yang dapat membantu memperoleh, mencatat dan mengorganisasikan informasi adalah langkah pertama dalam mengembangkan setiap jenis sistim recording. Setiap nama atau nomor dari seekor ternak harus dicatat pada masing-masing recordnya. Hal ini akan memudahkan dalam menemukan record dan menjamin bahwa record tidak saling campur aduk. Identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan nama atau nomor, tergantung pada kebutuhan peternak. Penggunaan nama lebih sering dignakan pada kelompok kecil dan pada sapi-sapi terdaftar (registered). Nomor yang digunakan dapat berupa nomor kandang, nomor anting-anting telinga (ear tag) atau sistim penomoran lain yang dapat dipilih oleh peternak. Sistim edentifikasi yang baik terutama sangat membantu bila pengerjaan recording ditangani oleh lebih dari satu orang. Sebagai contoh, dapat digunakan untuk menandai seekor sapi yang perlu perhatian khusus saat pemerahan. Peternak yang memiliki sapi ras murni (purebreed) memerlukan sistim identifikasi yang baik untuk mendaftarkan ternak-ternaknya. Asosiasi breed dapat memberi rekomendasi dan menunjukkan segala sesuatu yang diperlukan untuk registrasi. Peternak dituntut agar bersungguh-sungguh dalam menuliskan setiap informasi ini. 2.2. Merencanakan Sistim Identifikasi Peternak yang mencatatkan informasi ketika peristiwanya berlangsung biasanya memiliki record yang baik. Menunda pencatatan sampai hari berikutnya membuat peternak akan condong melupakan beberapa fakta yang bermanfaat. Cara yang baik adalah memberi seekor pedet identitas segera sesudah ia dilahirkan. Hal ini akan memperkecil kemungkinan terjadinya kebingungan bila lebih dari satu ekor pedet lahir dalam satu hari. Selain memberi identitas berupa nama atau nomor, peternak juga harus menuliskan tanggal lahir pedet, nama tetua jantannya (ayah) dan nama induknya. Fakta- fakta ini dapat dicatat pada sebuah record identitas yang sederhana. Sebagian sistim identifikasi kurang cocok digunakan bagi pedet yang baru lahir. Oleh sebab itu adalah

Recently converted files (publicly available):