• Document: Bab1 PENGANTAR METODE PENELITIAN FISIKA 2 SKS HARI KULIAH : KAMIS, sd JUM AT, sd alifis.wordpress.com at MPF DESKRIPSI SINGKAT Membahas tentang pengantar metode penelitian
  • Size: 1.87 MB
  • Uploaded: 2020-09-21 00:57:18
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Bab1 PENGANTAR METODE PENELITIAN FISIKA 2 SKS HARI KULIAH : KAMIS, 14.10 sd 15.50 JUM’AT, 13.10 sd 15.00 alifis.wordpress.com at MPF2008 1 DESKRIPSI SINGKAT Membahas tentang pengantar metode penelitian yang berisi uraian tentang hakikat ilmu pengetahuan dan metode ilmiah. Hal ini penting diketahui, sebab penelitian ilmiah merupakan suatu proses pencarian kebenaran ilmu yang harus melalui berbagai tahapan penelitian dan tindakan yang sistematis, kritis dan penuh disiplin. Disertakan juga kawasan keilmuan Fisika sebagai basis ilmunya. Sub Materi : Hakikat Ilmu Pengetahuan Miskonsepsi Ilmu Pengetahuan Model Penyelidikan Saintis & Metode Ilmiah Visi, Misi dan Paradigma Fisika Struktur Keilmuan Fisika Jenis Penelitian Fisika alifis.wordpress.com at MPF2008 2  Pengetahuan…? • Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu. Ia selalu bertanya. Jika manusia bertanya maka sebenarnya ingin merubah keadaan dirinya dari "tidak tahu" menjadi "tahu". Karena itu orang yang tidak tahu disebut "orang yang tidak berpengetahuan". Orang yang tahu disebut sebagai "orang yang berpengetahuan". Sedangkan objeknya sendiri disebut "pengetahuan" (knowledge). • Pengetahuan adalah jawaban terhadap rasa keingintahuan manusia tentang kejadian atau gejala alam semesta, baik dalam bentuk fakta (abstraksi dari kejadian dan gejala), konsep (kumpulan dari fakta) atau prinsip (rangkaian dari konsep-konsep). alifis.wordpress.com at MPF2008 3  Ilmu Pengetahuan • Ilmu pengetahuan atau sains (science) adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara tertentu, yaitu cara (metode) ilmiah. • Sains, ibarat suatu bangunan, didirikan di atas dua pilar utama, yaitu struktur logis sains (the logical structure of science) dan pengujian terhadap pernyataan (the verifiability of claims). • Struktur Logis Sains adalah urutan atau tahapan yang harus dilakukan seorang ilmuwan (saintis) dalam mencari ilmu pengetahuan. Urutan ini terkenal dengan sebutan metode ilmiah atau scientific method, yang terdiri dari formulasi permasalahan (dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan), pengumpulan data dan analisis data, dan pengambilan keputusan. • Pilar kedua adalah Pengujian terhadap Pernyataan (verifiability of claims). Ini artinya, setiap pernyataan dalam sains (dalam bentuk prinsip. teori, hukum dan lain-lain) harus siap diuji secara terbuka dan oleh siapa saja. alifis.wordpress.com at MPF2008 4 • dua pilar utama Penelitian Ilmiah, yaitu struktur logis sains (the logical structure of science) dan pengujian terhadap pernyataan (the verifiability of claims). • Struktur Logis Sains adalah urutan atau tahapan yang harus dilakukan seorang ilmuwan (saintis) dalam mencari ilmu pengetahuan. Urutan ini terkenal dengan sebutan metode ilmiah atau scientific method, yang terdiri dari formulasi permasalahan (dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan), pengumpulan data dan analisis data, dan pengambilan keputusan. • Pilar kedua adalah Pengujian terhadap Pernyataan (verifiability of claims). Ini artinya, setiap pernyataan dalam sains (dalam bentuk prinsip. teori, hukum dan lain-lain) harus siap diuji secara terbuka dan oleh siapa saja. Karena itu. seorang ilmuwan yang melaporkan hasil penelitiannya di sebuah jurnal ilmiah berkewajiban melaporkan secara rinci metode ilmiah yang digunakan dalam penelitiannya itu. Hanya dengan demikian ia dapat memberi kesempatan kepada ilmuwan lain untuk menguji temuannya tersebut. alifis.wordpress.com at MPF2008 5 5 Norma Sains • orisinalitas. • Penemuan ilmiah harus orisinil. Bangsa Asia jarang yang mendapat hadiah Nobel., kata Chen Ning (fisikawan Amerika kelahiran Cina dan pemenang Nobel), sering tak mampu melakukan Imaginative leaps untuk menemukan sesuatu yang baru. • tanpa pamrih (detachment). • ilmu tidak bebas nilai bila kita lihat dari sisi axiologisnya. Namun, seorang ilmuwan (saintis, bukan teknolog) harus bersifat netral, impersonal, tak mempunyai komitmen psikologis dalam usahanya mengembangkan bidang ilmunya. • universalitas. • Dalam mempertahankan kebenaran ilmiah seorang saintis tidak boleh berdiri di atas pijakan selain tradisi ilmiah, seperti faktor-faktor sosial, etnis, atau personal. • skeptisme. • Dalam sains setiap klaim tentang kebenaran tidak boleh diterima berdasarkan kepercayaan, tetapi klaim kebenaran harus diuji. Kasarnya, seorang ilmuwan tidak boleh mempercayai siapa pun (dalam hal kebenaran) sebelum ia punya bukti untuk memvalidasi kebenaran itu. Ilmuwan bukanlah politikus yang bisa menerima atau mengimpose suatu "kebenaran" hanya berdasarkan suatu surat keputusan. • • terbuka untuk umum (public accessibility)

Recently converted files (publicly available):