• Document: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
  • Size: 341.13 KB
  • Uploaded: 2019-03-14 18:26:01
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Diabetes Melitus (DM) 2.1.1 Definisi Diabetes Melitus Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat adanya gangguan sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya. Hiperglikemia tersebut berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan berbagai organ terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. DM tipe 2 ini membentuk 90 - 95% dari semua kasus diabetes, dahulu disebut DM non-dependen insulin atau diabetes onset dewasa. Diabetes ini meliputi individu yang memiliki resistensi insulin dan biasanya mengalami defisiensi insulin relatif atau kekurangan insulin pada awalnya dan sepanjang masa hidupnya, individu ini tidak membutuhkan pengobatan insulin untuk bertahan hidup. Ada banyak kemungkinan berbeda yang menyebabkan timbulnya diabetes ini. Walaupun etiologi spesifiknya tidak diketahui, tetapi pada diabetes tipe ini tidak terjadi destruksi sel beta. Kebanyakan pasien yang menderita DM tipe ini mengalami obesitas, dan obesitas dapat menyebabkan beberapa derajat resistensi insulin (ADA, 2013). 2.1.2 Klasifikasi dan Etiologi Diabetes Melitus DM secara garis besar dikelompokkan menjadi empat, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan DM gestasional. DM tipe 1 terjadi oleh karena adanya destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin (ADA, 2012). DM tipe 1 merupakan 5-10% dari keseluruhan kasus DM (ADA, 2013). Manakala, DM tipe 2 terjadi sebagai hasil dari gangguan sekresi insulin yang progresif yang menjadi latar belakang terjadinya resistensi insulin. DM tipe lain memasukkan jenis DM dengan etiologi seperti gangguan genetik pada fungsi sel β, gangguan genetik pada kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas (cystic fibrosis), dan yang dipicu oleh obat atau bahan kimia (seperti dalam pengobatan 7 HIV/AIDS atau setelah transplantasi organ). DM gestasional adalah DM yang berkembang saat kehamilan (ADA, 2012). Berdasarkan American Diabetes Association (ADA, 2013), klasifikasi etiologis DM adalah sebagai berikut: Tabel 2.1. Klasifikasi Etiologis DM I. Diabetes Melitus tipe 1 ( destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut) a. Melalui proses imunologik b. Idiopatik II. Diabetes Melitus tipe 2 ( bervariasi mulai dari predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin) III. Diabetes Melitus tipe lain A. Defek genetik fungsi sel beta 1. Kromosom 12, HNF-1α (MODY 3) 2. Kromosom 20, HNF-4α (MODY 1) 3. Kromosom 7, glukokinase (MODY 2) 4. Kromosom 13, Insulin Promotor Factor-1 (IPF-1; MODY4) 5. Diabetes Melitus neonatal sementara 6. Diabetes Melitus neonatal persisten 7. DNA mitokondria 8. lainnya B. Defek genetik kerja insulin : resistensi insulin tipe A, leprechaunism, sindrom Rabson-Medenhall, diabetes lipoatrofik lainnya. C. Penyakit eksokrin pankreas : pankreatitis, trauma/pankreatektomi, neoplasia, fibrosis kistik, hemokromositoma, pankreatopati fibrokalkulus, lainnya. D. Endokrinopati : akromegali, sindrom Cushing, glukagonoma, feokromositoma, hipertiroidisme, somatostationoma, aldosteronoma, lainnya. E. Induksi oleh obat atau zat kimia : vacor, pentamidin, asam nikotinat, glukokortikoid, hormone tiroid, diazoxide, agonis β-adrenergik, tiazid, dilantin, interferon-γ, lainnya. F. Infeksi : rubella kongenital, Cytomegalovirus, lainnya. G. Imunologi (jarang terjadi) : sindrom Stiff-man, antibodi anti reseptor insulin, lainnya. H. Sindrom genetik lain : sindrom Down, sindrom Klinefelter, sindom turner, sindrom Wolfram, ataksia Friedreich, korea Huntington, sindrom Laurence-Moon-Biedl, distropi misotonik, porfiria, sindrom Prader-Willi, lainnya. IV. Diabetes melitus gestasional Catatan: MODY, maturity onset of diabetes of the young. Sumber : care.diabetesjournals.org 8 2.1.3 Faktor Resiko Diabetes Melitus Faktor risiko diabetes terdiri dari faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi dan yang bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi : 1. Ras dan etnik. 2. Riwayat keluarga dengan diabetes (anak penyandang diabetes). 3. Umur. Risiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Usia > 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM. 4. Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi > 4000 gram atau riwayat pernah menderita DM ge

Recently converted files (publicly available):