• Document: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf
  • Size: 390.72 KB
  • Uploaded: 2019-03-14 08:50:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Divisi dari: Kontak Anda: Niken Suryo Sofyan Siaran Pers Telepon +62 21 2856 5600 29 Mei 2012 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia ((PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf • Neuropati mengancam 1 dari 4 orang usia 40 tahun keatas dan 1 dari 2 penderita diabetes. • Sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan, Merck Serono, divisi obat peresepan PT Merck Tbk ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap perlunya konsumsi vitamin vita B1, B6 & B12, untuk mencegah terjadinya Neuropati. • PERDOSSI dan Merck meluncurkan Neuropathy Service Point,, tempat pemeriksaan risiko neuropati secara gratis di berbagai rumah sakit. Jakarta, 29 Mei 2012 - Neuropati, kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang disebabkan oleh trauma pada saraf, atau karena efek samping dari suatu penyakit sistemik, pada umumnya dialami oleh sekitar 26%1 atau 1 dari 4 orang yang berusia 40 tahun keatas. Pada penderita diabetes, angka prevalensi ini meningkat menjadi 50%2 atau 1 dari 2 penderita. Neuropati juga dapat menyerang mereka yang mengalami defisiensi d vitamin B1, 1, B6, dan B12 B12. Neuropati menunjukkan gejala rasa nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal atau kebas, mati rasa, kram, kaku otot, oto kesemutan, hingga kehilangan kontrol ontrol kandung kencing, kulit 1 Helen Vlassara, Age, Vol. 11, 74-78, 78, 1988 Mold JW et al, J Am Board Fam Med September 1, 2004 vol. 17 no. 5: 309 –318 2 http://diabetes.niddk.nih.gov/dm/pubs/neuropathies/ PT Merck Tbk. Jl. TB Simatupang No. 8, Pasar Rebo Jakarta 13760, Indonesia Phone: +62 21 2856 5600 Fax: +62 21 2856 5601 www.merck.co.id Divisi dari: hipersensitif, kulit mengkilap dan rambut rontok di area tertentu,, kelemahan anggota gerak, bahkan penyusutan otot. Neuropati europati dapat diderita siapapun. Risiko ini semakin besar pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, menderita diabetes atau berisiko menderita diabetes,, ada riwayat terjadi neuropati di keluarga, menderita penyakit pembuluh darah (misalnya penyakit jantung jantu dan hipertensi), merokok, mengkonsumsi alkohol, alk dan mengkonsumsi obat-obatan obatan yang menyebabkan neuropati Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Sp.S(K) Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM mengatakan, “Secara Secara umum, neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit, melainkan dipandang sebagai kondisi yang umum terjadi. Padahal jika dibiarkan, kondisi neuropati dapat mengganggu mobilitas penderitanya. Pada neuropati karena usia,, apabila tidak diterapi dengan benar, dapat menjadi berat sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi komplikasi-komplikasi lain. Pada pasien diabetes, risiko terjadinya neuropati semakin bertambah besar, sejalan dengan bertambahnya usia dan n durasi penyakit diabetes yang diderita.” Lebih lanjut Dr Manfaluthy mengatakan, “Untuk “ mencegah neuropati, diperlukan pola hidup yang benar. Apabila menderita penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, maka manajemen penyakit agar terkontrol juga sangat penting. Di samping itu, agar sistem saraf dapat bekerja dengan baik,, dan untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi pada pasien diabetes, tubuh membutuhkan nutrisi yang seimbang dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh, seperti untuk otak, otot, saraf tepi dan fungsi lainnya. lainnya Saraf kita sangat tergantung pada suplai vitamin B yang memadai dan sangat sensitif terhadap kekurangan vitamin B. Vitamin B penting untuk melindungi dan meregenerasi saraf” saraf PT Merck Tbk. Jl. TB Simatupang No. 8, Pasar Rebo Jakarta 13760, Indonesia Phone: +62 21 2856 5600 Fax: +62 21 2856 5601 www.merck.co.id Divisi dari: Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan menormal fungsi saraf

Recently converted files (publicly available):