• Document: Pembukuan sederhana untuk UMKM*
  • Size: 76.68 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 06:09:53
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Pembukuan sederhana untuk UMKM* Oleh: Arif Wibowo Pembukuan adalah kegiatan pencatatan keuangan yang terjadi di dalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan. Pembukuan ini sangat penting untuk dilakukan sebagai evaluasi kita untuk melihat perkembangan usaha dan mengetahui keuntungan atau kerugian yang kita dapatkan dari usaha yang kita jalankan tersebut. Pembukuan juga dapat dikatakan sebagai kompas atau petunjuk arah bagi kita dalam menjalankan bisnis kita. Pembukuan ini penting untuk dilakukan karena beberapa alasan:  Untuk mengetahui arus keluar masuk uang yang ada di dalam bisnis atau usaha yang sedang kita jalankan.  Mengetahui posisi modal yang terpakai dan modal yang telah kembali. Jangan sampai, karena tidak ada pencatatan pembukuan, modal yang seharusnya kembali malah hilang begitu saja tanpa kita ketahui di bagian mana uang modal tersebut terpakai.  Mencegah tercampurnya, pengeluaran (keuangan) pribadi dan keuangan usaha. Para pelaku usaha, jika ingin melakukan pengembangan usaha yang lebih baik haruslah benar-benar memperhatikan hal ini karena pencampuran keuangan pribadi dan keuangan bisnis akan mengakibatkan arus kas dan arus uang yang beredar di dalam bisnis yang sedang dijalankan menjadi kacau balau.  Yang harus diingat adalah banyak sekali usaha kecil yang mengalami kebangkrutan dan terpaksa menutup usahanya karena tidak adanya pencatatan keuangan atau pembukuan ini.  Dengan pencatatan dan pembukuan sederhana yang kita lakukan maka kita bisa menganalisa dan mengambil tindakan yang perlu dilakukan dari hasil analisa keuangan yang telah kita lakukan. arif_wibowo@uny.ac.id Page 1 1. Laporan Neraca (Neraca) Di dalam Laporan Neraca (neraca) ini kita melakukan pencatatan terhadap aset bisnis yang kita miliki seperti berapa modal yang telah kita tanamkan untuk menjalankan bisnis ini, berapa kewajiban yang harus kita bayarkan dan berapa harta termasuk piutang yang kita miliki. Biasanya pembuatan neraca keuangan ini dilakukan setahun sekali dan dicatatkan setiap akhir tahun pembukuan, misalnya tanggal 31 Desember. Bentuk umum dari laporan neraca adalah Neraca yang berbentuk Horizontal. Yaitu neraca yang terbagi dalam dua posisi di sebelah kiri dan kanan. Posisi sebelah kiri disebut dengan aktiva atau hak perusahaan yang memuat apa saja yang menjadi harta atau hak perusahaan. Sedangkan posisi sebelah kanan disebut pasiva yang memuat apa saja yang menjadi hutang atau kewajiban perusahaan, baik kewajiban perusahaan terhadap pihak luar (hutang) maupun kewajiban perusahaan terhadap pemilik (modal). Contoh neraca: CV. Lancar Rezeki, Yogya Laporan Neraca Per 31 Desember 2013 Aktiva Pasiva Kas/Bank 10.000 Hutang Dagang 12.500 Piutang Dagang 12.000 Hutang Bank 0 Persediaan 30.000 Hutang Lancar 12.500 Aktiva Lancar 52.000 Hutang Jangka Panjang 0 Tanah 30.000 Bangunan 70.000 Modal Akhir 133.100 (Akumulasi Penyusutan) (7.000) Inventaris Kantor 400 Peralatan 200 Aktiva Tetap 93.600 Total Aktiva 145.600 Total Pasiva 145.600 arif_wibowo@uny.ac.id Page 2 2. Laporan Laba/Rugi Di dalam laporan rugi laba, yang harus kita catat adalah berbagai informasi tentang aktivitas atau kegiatan yang dilakukan di dalam bisnis yang kita jalankan seperti berapa besar hasil dari penjualan yang telah kita lakukan dan seberapa besar beban dan biaya yang harus kita lakukan. Dari hasil penjualan kotor yang dikurangi dengan beban dan biaya yang harus dikeluarkan itulah maka kita akan mengetahui apakah bisnis yang kita jalankan ini mendapatkan laba atau keuntungan atau malah mengalami kerugian. Dalam laporan ini, bisa dibedakan antara biaya operasional dengan biaya non operasional. Biaya Operasional adalah biaya yang timbul dalam hubungannya dengan opersional perusahaan, seperti biaya gaji, biaya penjualan, biaya administrasi, biaya penyusutan, dan biaya lain yang dipersamakan dengan itu. Sedangkan biaya (dan pendapatan) non-operasional adalah biaya (dan pendapatan) yang Biaya yang dikeluarkan atau pendapatan yang didapatkan perusahaan yang buka berasal dari aktivitas utama perusahaan. Contoh dari biaya dan pendapatan ini adalah: pemberia sumbangan, penerimaan bunga dari simpanan di bank, dsb.

Recently converted files (publicly available):