• Document: PENGEMBANGAN SOAL MODEL PISA PADA KONTEN QUANTITY UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA
  • Size: 772.37 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 16:15:13
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGEMBANGAN SOAL MODEL PISA PADA KONTEN Q UANTITY UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Oleh: BHEKTI TULUS MARTANI A 410 120 048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016 PE NGE MBANGAN SOAL MODE L PISA PADA KONTE N Q UANTITY UNTUK ME NGUKUR KE MAMPUAN PE NALARAN MATE MATIS SISWA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal PISA konten quantity yang valid dan praktis dalam bahasa Indonesia serta memiliki efek potensial untuk mengukur penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini memerlukan dua tahap yaitu preliminary dan tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, ex pert reviews, one-to-one, small group dan field test. Teknik pengumpulan data berdasarkan walktrough, dokumen, tes dan wawancara. Setelah melalui tahap one-to-one, small group dan validasi secara deskriptif, soal diujicobakan pada tahap field test di kelas IX SMP N 1 Jatiroto. Hasil tes secara keseluruhan dengan nilai rata- rata kemampuan penalaran matematis 68,3, termasuk pada kategori kemampuan penalaran matematis yang baik, walaupun masih ada siswa yang memiliki penalaran matematis cukup dan kurang baik. Namun dari hasil ini juga dapat dikatakan bahwa soal model PISA yang dikembangkan dikategorikan kriteria valid dan praktis serta memiliki efek potensial terhadap penalaran matematis siswa. Kata kunci: kemampuan penalaran matematis, quantity, soal matematika Abstracts This study was purposed to produce a valid and practical PISA content quantity questions in Indonesian which also has potential effects to measure student’s mathematical reasoning ability. The method used in this study was a research and development method. This study required two phases, they were preliminary and formative evaluation phases which includes self evaluation, expert reviews, one- to- one, small group and field test. Researcher gathered the data collection techniques based on walkthrough, document, test, and interview. After going through one-to-one phase, small group, and validation with descriptive, researcher examined the question in the field test phase to the IX grade students of SMP N 1 Jatiroto. The result of the overall study which was 68,3 of Students’ average mathematics reasoning ability, can be categorized into good mathematics reasoning ability in spite of they who has sufficient and less well of mathematical reasoning ability. However, these results can be concluded that the development of PISA model question categorized into a valid and practical criteria and also has a potential effect towards student’s reasoning ability. Keywords: mathematical reasoning ability, quantity, mathematics question 1. PENDAHULUAN Dalam menghadapi persaingan di era globalisasi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki pemikiran logis, sistematis, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah sehingga dapat bersaing secara Internasional. Salah satu wadah yang dapat menghasilkan sumber daya manusia dengan kriteria seperti yang disebutkan adalah lembaga pendidikan sekolah. Berbagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya adalah mata pelajaran matematika. Tolak ukur prestasi siswa dalam matematika saat ini dapat dilihat dari keikutsertaan pada tes yang diselenggarakan secara Internasional. Pada tahun 2000 untuk yang pertama kali Indonesia ikut serta dalam studi Internasional PISA. Programme for International Student A ssesment (PISA) merupakan suatu tes bertaraf internasioanal yang menilai tiga literasi kemampuan yaitu membaca (reading literacy), matematika (mathematical literacy), dan sains (scientific literacy). Menurut data dari situs resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, skor rata-rata Internasional PISA adalah 500 sedangkan skor rata-rata Indonesia pada mata pelajaran matematika tahun 2000 adalah 367 dan menempati posisi 39 dari 41 perserta, tahun 2003 adalah 360 dan menempati posisi 38 dari 40 peserta, tahun 2006 adalah 391 dan menempati posisi 50 dari 57 peserta, dan tahun 2009 adalah 371 menempati posisi 61 dari 65 peserta. Sesuai ketentuan OECD 2013 soal PISA memiliki beberapa proses yang sistematis meliputi formulate, employ, dan interpret/ evaluat

Recently converted files (publicly available):