• Document: Teknologi Desalinasi Menggunakan Multi Stage Flash Distillation (MSF)
  • Size: 452.38 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 10:39:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Teknologi Desalinasi Menggunakan Multi Stage Flash Distillation (MSF) IFFATUL IZZA SIFTIANIDA (37895) Program Studi Teknik Nuklir FAKULTAS TEKNIK | UNIVERSITAS GADJAH MADA Teknologi Desalinasi Menggunakan Multi Stage Flash Distillation (MSF) ABSTRAK Lebih dari 70 % permukaan Bumi ditutupi oleh air. Meskipun tampaknya air berlimpah, namun masalah yang sebenarnya yaitu jumlah air tawar yang tersedia. 97,5% dari air yang ada di seluruh bumi adalah air asin (air laut) dan hanya menyisakan 2,5 % sebagai air tawar. Peningkatan jumlah penduduk dan ragam aktifitas manusia serta tuntutan untuk hidup lebih baik, kebutuhan terhadap air bersih juga semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan air bersih dapat menggunakan teknologi desalinasi. Desalinasi adalah proses untuk menghilangkan kadar garam yang berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Terdapat dua jenis utama tipe teknologi yang digunakan dalam desalinasi dapat diklasifikasi menjadi dua yaitu termal atau membran. Teknologi termal dibedakan menjadi tiga yaitu Multi Stage Flash Distillation (MSF), Multi Effect Distillation (MED) dan Vapor Compression Distillation (VCD). Pokok bahasan yang akan dibahas pada tugas ini yaitu teknologi desalinasi dengan metode multi stage flash distillation (MSF). Proses MSF menggunakan distilasi melalui beberapa (multi stage) tahapan/kamar. Kata kunci : air bersih, desalinasi, multi stage distillation. I. PENDAHULUAN Lebih dari 70 % permukaan Bumi ditutupi oleh air. Meskipun tampaknya air berlimpah, namun masalah yang sebenarnya yaitu jumlah air tawar yang tersedia. 97,5% dari air yang ada di seluruh bumi adalah air asin (air laut) dan hanya menyisakan 2,5 % sebagai air tawar. Sedangkan, kurang dari 1% air tawar di dunia dapat diakses untuk kebutuhan manusia secara langsung. Sumber air di daratan dalam bentuk danau, sungai, mata air, air tanah, danau bawah tanah dan sungai bawah tanah. Akan tetapi pada masa sekarang sumber air tawar semakin tercemari oleh berbagai aktivitas manusia. Adanya pencemaran terhadap sumber air tawar menyebabkan berkurangnya kualitas dan kuantitas air tawar yang ada di daratan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan ragam aktifitas manusia serta tuntutan untuk hidup lebih baik, kebutuhan terhadap air bersih juga semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan ini di satu sisi dan penurunan kualitas sistem tata air tawar di sisi lain akan menyebabkan terjadinya kelangkaan air bersih. Pada tahun 2025, diperkirakan dua per tiga penduduk dunia akan mengalami kekurangan air bersih, khususnya di Afrika, Amerika Latin dan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Konservasi air yang lebih baik, manajemen air, kontrol polusi dan reklamasi air merupakan bagian dari solusi tentang air. Demikian juga sumber air tawar baru, termasuk desalinasi air laut. Teknologi desalinasi telah diaplikasikan sejak pertengahan abad 20 dan diterapkan secara luas di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kapasitas yang dihasilkan dari teknologi desalinasi sebanyak 20 juta m3/hari di seluruh dunia pada tahun 1995 dan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan rerata 1 juta m3/hari. II. TEKNOLOGI DESALINASI Desalination plant adalah metode perubahan fase, yaitu air laut yang dipanaskan untuk menghasilkan uap air. Kemudian dikondensasi untuk menghasilkan air tawar. Ada beberapa metode desalination plant. Ditinjau dari media pemisah, desalination plant dibagi menjadi dua yaitu pemisah membran dan thermal. Pada pemisah membran ada dua metode yaitu Electro Dialysis (ED) dan Reverse Osmosis (RO). Electro Dialysis menggunakan potensial listrik untuk memisahkan garam yang melalui membran. Fresh water tertinggal di belakang sebagai hasil produk. Sedangkan Reverse Osmosis menggunakan metode tekanan, tekanan digunakan untuk memisahkan fresh water yang mengalir melalui membran dan garam tertinggal dibelakang. Pada umumnya proses desalination dengan pemisah thermal meliputi Multi- Stage Flash (MSF), Multi-Effect Distillation (MED) dan Thermal vapor Compression (TVC). Ketiga proses tersebut dioperasikan menggunakan prinsip pengurangan tekanan uap dari air dan terjadi proses boiling pada temperatur rendah tanpa ada tambahan panas. Perbedaan utama diantara MSF dengan MED adalah metode evaporasi dan perpindahan panas. Pada proses MSF air laut langsung masuk ke bagian heat recovery section untuk pemanasan awal melalui tube. Dan akhirnya dipanaskan di brine heater kemudian mengalir melalui flash chamber . Pada stage bagian bawah, mengalir brine yang selanjutnya dikeluarkan. Proses evaporasi hanya terjadi secara konveksi pada tube dan evaporasi dari aliran brine ”flashing” pada setiap stage untuk memproduksi vapor. Pada MED plant, evaporasi berasal dari air laut yang menyentuh heat transfer surface. Air laut melewati condenser yang dipanasi oleh kondensasi uap panas kemudian mengalami kondensasi di sisi lain da

Recently converted files (publicly available):