• Document: MAKALAH INTERNAL AUDITING
  • Size: 127.88 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 03:52:25
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

MAKALAH INTERNAL AUDITING SURVEY PENDAHULUAN (PRELIMINARY SURVEY) OLEH : KEVIANTO JESSICA ALAMANDA KWIK KIAN GIE SCHOOL OF BUSINESS 2014 PENDAHULUAN Kompleksitas operasi dalam perusahaan menuntut auditor untuk mengetahui kerumitan operasi yang diaudit baik pada saat audit mulai dilakukan maupun pada saat audit sudah selesai. Untuk memperoleh pemahaman, informasi, dan perspektif yang dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan audit maka para auditor perlu untuk melakukan survey pendahuluan. Survey pendahuluan yang baik akan menghasilkan program audit yang tepat yang akan menunjang keberhasilan audit. Jika survey pendahuluan direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, maka survey tersebut akan menjadi lebih dari sekedar cara untuk pemahaman yang efektif melainkan menjadi penentu keberhasilan audit. Auditor internal harus memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey pendahuluan bisa produktif. Survey pendahuluan yang baik akan menghasilkan program audit yang tepat, dan program audit yang tepat akan menunjang keberhasilan audit. Sebagaimana halnya filosofi audit yang terus bergeser dan berkembang, pendekatan audit khusus seperti control self assessment juga makin berkemban. Survey pendahuluan dapat membantu auditor memutuskan jenis audit yang paling efektif BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Survey Pendahuluan Survey pendahuluan (preliminary survey) merupakan proses yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan diperiksa. Survey pendahuluan bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai objek yang diteliti tanpa melakukan verifikasi secara rinci. Tujuan dari survey pendahuluan ini untuk lebih memahami aktivitas auditee, mengidentifikasi area/bidang yang memerlukan penekanan khusus dalam audit, memperoleh informasi awal sebagai bahan untuk melakukan pekerjaan lapangan, dan menetukan apakah perlu melakukan audit lebih lanjut. Dengan kata lain, survey pendahuluan berguna untuk memahami lebih baik mengenai tujuan, proses, risiko, dan pengendalian dari bagian/fungsi yang diaudit. Survey pendahuluan dapat menjadi sarana yang baik untuk menganalisis karyawan dan system, namun bias juga menjadi sebuah pencarian yang tidak beraturan. Auditor internal harus memastikan bahwa waktu dan upaya yang dihabiskan untuk survey pendahuluan bias produktif. 2.2 Langkah Survey Pendahuluan Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh auditor untuk melakukan survey pendahuluan adalah sebagai berikut : 1. Melakukan studi awal Studi awal yang dilakukan auditor mencakup penelaahan atas kertas kerja tahun sebelumnya, temuan audit, bagan organisasi, dan dokumen lain yang akan membantu untuk lebih memahami subjek audit. Studi awal dilakukan dikantor pusat, meskipun banyak auditor internal saat ini dapat mengakses informasi secara elektronik dari lokasi yang jauh. Kertas kerja penugasan sebelumnya dapat menunjukan pendekatan yang dilakukan auditor lain atas penugasan tersebut, meskipun pendekatan ini mungkin tidak layak atau tidak diinginkan untuk audit tahun ini 2. Pendokumentasian (Documenting) Beberapa hal yang dilakukan pada saat pendokumentasian adalah : a. Pembuatan Daftar Pengingat Daftar pengingat dirancang untuk membantu auditor mengorganisasikan kertas kerja mereka dan membuat tahap audit selanjutkan lebih sederhana untuk dikerjakan. b. Daftar Isi Awal Daftar isi sebaiknya disiapkan di bagian pertama kertas kerja sebelum tahap perencanaan audit. Daftar isi akan memaksa auditor untuk mendaftar masalah yang harus ditangani seiring dengan kemajuan penugasan dan membuat kertas kerja. c. Pengurangan Biaya (Cost Reduction) Manajemen mengharapkan penugasan auditor internal akan mengurangi biaya yang dapat mempengaruhi laba perusahaan. d. Catatan Kesan (Record of Impression) Catatan kesan berfungsi sebagai daftar pengingat bagi auditor ketika mereka sedang melakukan pembicaraan rahasia dengan manajer senior. Catatan kesan dapat membantu mengidentifikasi gejala-gejala kemunduran yang membutuhkan perhatian khusus dan membutuhkan perbaikan dalam hubungan dengan karyawan, kondisi kerja, manajemen, dan pengawasan. Kesan yang perlu dicatat antara lain moral karyawan, kebiasan kerja, organisasi & penugasan staff, supervisor, hubungan dengan organisasi lain & daerah kera. e. Kuesioner Kuesioner dapat membantu auditor dalam tugas, karena penugasan audit lebih baik dilakukan oleh orang-orang yang sangat berkualifikasi untuk menyelesaikan dengan cepat. Kuesioner dapat memberi pel

Recently converted files (publicly available):