• Document: JENIS JAMUR KAYU MAKROSKOPIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI (Studi di TNGL Blangjerango Kabupaten Gayo Lues)
  • Size: 400.2 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 22:15:42
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Biotik, ISSN: 2337-9812, Vol. 2, No. 1, Ed. April 2014, Hal. 1-76 JENIS JAMUR KAYU MAKROSKOPIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI (Studi di TNGL Blangjerango Kabupaten Gayo Lues) Hasanuddin Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala E-mail: letfan93@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Kecamatan Blangjerango Gayo Lues. Metode yang digunakan observasi dan jelajah yaitu melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Luas daerah penelitian adalah 5 Ha yang dibagi menjadi 5 stasiun dan pada masing-masing stasiun dibuat 10 transek sehingga jumlah transek 50 dengan panjang 100 m, lebar kiri dan kanan 20 m. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 28 spesies jamur terdiri dari 18 genus yaitu Ganoderma, Grifola, Hexagonia, Hirchioporus, Pycnoporus, Tremella, Auricularia, Collybia, Coriolus, Hypholoma, Pleurotus, Phylloporus, Marasmius , Clavaria, Clitocybe, Crepidotus, Rigidoporus, Tremidis, Coriolus, Lactarius, Mycena, Clitocybe, Clitocybula, Pluteus, Pleurotus. Anggota genus yang paling banyak ditemukan adalah genus ganoderma 3 spesies. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa jamur makroskopis tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi di sekolah. Kata Kunci: Identifikasi, Jamur Makroskopis dan Media Pembelajaran biologi. ABSTRACT This research was conducted to investigate the species of wood macroscopic fungi in National Park of Gunung Leuser, Blangjerango Gayo Lues. The methods used were direct observation and survey. The area of research was 5 Ha, divided into 5 stations with 10 transect stations for each. So, the number of transects were 50 transect stations with the length of 100 m, the width of the left and right was 20 m. The data were analyzed by descriptive analysis. The result showed that there were 28 species from 18 genera, namely Ganoderma, Grifola, Hexagonia, Hirchioporus, Pycnoporus, Tremella, Auricularia, Collybia, Coriolus, Hypholoma, Pleurotus, Phylloporus, Marasmius, Clavaria, Clitocybe, Crepidotus, Rigidoporus, Tremidis, Coriolus, Lactarius, Mycena, Clitocybe, Clitocybula, Pluteus, Pleurotus. The most common genera found in the location was 3 species from Ganoderma. It can be concluded that the wood macroscopic fungi in National Park of Gunung Leuser, Blangjerango Gayo Lues is suitable to be used for media in learning biology at school. Keywords: Macroscopic Fungi, Biology Learning and Media. PENDAHULUAN umber daya alam hayati Indonesia yang Tempat tumbuh jamur di hutan berbeda, berupa tumbuhan, hewan, dan jasad renik ada yang tumbuh pada kayu lapuk, tanah dan sangat beraneka ragam, jika dibandingkan seresah. Jamur kayu adalah jamur yang menempel dengan daerah-daerah tropik lainnya terutama pada pohon kayu yang mengalami proses yang terletak di kawasan Amerika Afrika. pelapukan, namun beberapa jenis jamur kayu ada Keaneka ragaman flora Indonesia tercermin pada yang tumbuh pada batang yang masih hidup, yaitu kekayaan hutan tropiknya, baik yang terdapat di menempel pada lapisan luar batang [2]. Peranan dataran rendah maupun di dataran tinggi yang jamur kayu di hutan di antaranya adalah sebagai menutupi ± 63 % luas daratan Indonesia. Di pengurai, bahan makanan, dan obat-obatan. hutan-hutan inilah sebagaian besar dijumpai Sebagai pengurai, jamur mampu menguraikan tumbuhan yang merambat, berbentuk perdu, bahan organik seperti selulosa, hemiselulosa, pohon dengan berbagai ukuran maupun lignin, protein, dan senyawa pati dengan bantuan organisme lain seperti ganggang, lumut dan enzim. Jamur menguraikan bahan organik jamur [1]. menjadi senyawa yang diserap dan digunakan [38] Jenis Jamur Kayu Makroskopis sebagai Media Pembelajaran Biologi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. belajar siswa, penggunanya harus didukung oleh Beberapa jenis jamur kayu dapat dijadikan ketetapan guru dalam memilih media yang akan sebagai bahan makanan karena mempunyai rasa dipergunakan dalam suatu kegiatan proses belajar yang enak serta nilai gizi yang tinggi, sedangkan mengajar. Benda tersebut tidak harus dihadirkan sebagai obat-obatan jamur menghasilkan diruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung antibiotik tertentu yang berka

Recently converted files (publicly available):