• Document: PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM UPAYA MEMBANTU PROSES PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI
  • Size: 612.91 KB
  • Uploaded: 2018-12-08 17:05:26
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Prosiding SNATIF Ke -4 Tahun 2017 ISBN: 978-602-1180-50-1 PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM UPAYA MEMBANTU PROSES PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI Eko Surjadi Fakultas Teknologi Industri, Teknik Mesin, Universitas Surakarta email: doel _qellyk@yahoo.co.id Abstrak Tujuan perancangan alat ini adalah mengarah pada membantu petani dalam mengatasi permasalahan dalam hal produksi padi dan yang terkait dengan berkurangnya tenaga kerja dan kecepatan pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang hingga saat ini masih lakukan dangan cara konvensional adalah juga mengakibatkan biaya tinggi dan harga beras ikut naik. Salah satu pekerjaan tersebut adalah pengendalian gulma. Pengendalian rumput dan ilalang ketika usia tanaman padi masih muda adalah menjadi sangat penting, dimana sering dilakukan dengan menggunakan landak (bahasa jawa, red) atau dengan tangan (mencabut). Pengendalian ini dilakukan dua kali dalam kurun waktu tiga bulan, ketika usia tanaman padi dua minggu dan enam minggu (setelah pemupukan). Mesin pengendali gulma ini adalah redesain dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (IbM) tahun 2015, perancangan ulang yang dilakukan meliputi membenahan terhadap pengoyak gulma, yaitu Menggunakan material yang lebih ringan dibandingkan material yang digunakan pada mesin pengendali gulma sebelumnya, mengurangi panjang pengoyak dengan menambahkan alas pada pengoyak sebagai pelampung dan Memperbesar tenaga putar dan memperkecil putaran dengan mengganti pemindah daya roda gigi menjadi sprocket chain. Sedangkan jarak antar roda pengoyak tetap bisa digeser untuk menyesuaikan jarak antara tanaman padi yang berkisar antara 200 mm hingga 250 mm. pengendali mesin ini disesuaikan dengan bentuk pengembangan sehingga mudah dikendalikan dan diangkat ketika dipindahkan dari satu lajur kelajur yang lain. Motor yang semula menggunakan motor mesin potong rumput, berbahan bakar bensin 35 cc, Dimensi mesin 1000 mm x 500 mm x 1000 mm, roda pengendali gulma empat buah atau lebih , dengan pemindah daya Sprocket-chain. Kata kunci: mesin pengendali, gulma, sorok, landak 1. PENDAHULUAN Pada bidang pertanian, beberapa pekerjaan yang hingga saat ini masih lakukan dangan cara konvensional adalah juga mengakibatkan biaya tinggi dan harga beras ikut naik. Salah satu pekerjaan tersebut adalah pengendalian gulma. Tanaman padi biasanya hidup dengan pengairan yang cukup sehingga produksinya lebih baik tetapi dengan gulma yang ikut tumbuh bersama padi salah satunya rumput dan ilalang akan mengakibatkan produtifitasnya menurun. Gambar 1.1. Proses pengendalian gulma Akhirnya pengendalian rumput dan ilalang ketika usia tanaman padi masih muda adalah menjadi sangat penting, dimana sering dilakukan dengan menggunakan landak (bahasa jawa, red) atau dengan tangan (mencabut). Pengendalian ini dilakukan dua kali dalam kurun waktu tiga bulan, ketika usia tanaman padi dua minggu dan enam minggu (setelah pemupukan), hal ini menguntungkan bagi buruh tani apalagi jika dilakukan diareal yang luas dan memakan waktu berhari-hari. Tetapi tidak demikian dengan petani dan konsumen beras, karena beban biaya tersebut akan ditanggung konsumen secara tidak langsung dengan naiknya harga beras. Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus 617 Prosiding SNATIF Ke -4 Tahun 2017 ISBN: 978-602-1180-50-1 Gambar 1.2. Alat pengendalian gulma manual yang perlu direkayasa agar lebih memenuhi harapan petani Mesin pengendali gulma adalah salah satu solusi yang dapat berikan pada petani, khususnya petani padi. Mesin ini adalah hasil modifikasi yang dilakukan terhadap alat landak (bahasa jawa, red) yang masih mengandalkan tenaga manusia. Dengan memanfaatkan motor bensin stasioner dan pemindah daya dari mesin potong rumput panggul maka sorok yang semula bertenaga manusia menjadi bertenaga motor bakar. Mesin pengendali gulma yang bertenaga motor bakar yang telah dibuat pada kegiatan IbM 2015 sudah diserahkan kepada Kelompok Tani Mbangun Coro Desa Jati, Jaten, Karanganya. Adapun bentuk mesin pengendali gulma tersebut seperti terlihat pada gambar 1.3 di bawah ini. Gambar 1.3. Alat pengendalian gulma berpenggerak motor yang perlu direkayasa agar lebih memenuhi harapan petani Mesin pengendali gulma seperti pada gambar 1.3. di atas setelah digunakan oleh petani, ternyata masih dikeluhkan oleh petani. Dengan berbagai masukan dan diskusi dengan petani, maka mesin pengendali gulma berpenggerak motor tersebut perlu direkayasa atau dimodifikasi agar lebih memenuhi harapan petani. 2. METODOL

Recently converted files (publicly available):